Kamis, 31 Januari 2013

Hilangnya Keteladanan Dari Para Pemimpin Kita


Menjelang  berakhirnya tahun 2012 pemerintah memberikan isyarat akan menaikkan tarif dasar listrik pada awal tahun 2013 dengan dalih untuk mengurangi beban subsidi listrik yang selama ini dianggap membebani APBN. Jika benar, hal ini tentu saja akan menjadi kado istimewa di tahun baru bagi masyarakat, khususnya golongan menengah kebawah. Dalam penjelasannya, pemerintah ingin mengajak masyarakat untuk berhemat. Kampanye untuk melakukan penghematan pun sengaja dilakukan oleh pemerintah, baik di televisi maupun media – media lainnya. Program penghematan ini sudah selayaknya kita dukung, karena pada kenyatannya tidak hanya golongan masyarakat kecil saja yang mendapatkan subsidi namun juga masyarakat yang mampu ikut menikmati fasilitas ini.
            Akan tetapi nampaknya program penghematan ini tidak akan berjalan mulus. Jauh-jauh hari masyarakat sudah memberikan sinyal untuk menolak kebijakan kenaikan tarif dasar listrik ini. Publik khawatir kebijakan menaikkan tarif dasar listrik ini akan memicu kenaikan harga barang, khususnya barang kebutuhan pokok. Disisi lain, defisitnya APBN karena tingginya beban subsidi menjadi alasan yang tidak dapat diterima oleh akal sehat mengingat disaat yang bersamaan publik disuguhi tontonan gaya hidup pejabat yang boros dan tingginya angka korupsi yang dilakukan oleh para penyelenggara Negara. Mulai dari seringnya anggota DPR yang bepergian ke luar negeri , peralatan kantor dan meubeler lembaga Negara yang mewah sampai biaya pakaian dinas pejabat Negara yang fantastis nampaknya lebih pantas dijadikan alasan membengkaknya pengeluaran Negara.
            Dibidang hukum, publik juga melihat makin banyaknya pejabat Negara yang menjadi koleksi tahanan KPK menggambarkan kenyataan bahwa ternyata bukan masyarakat kecil  yang selama ini menghabiskan anggaran Negara namun sebagian dari para pemimpin kita lah yang secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi menguras kekayaan Negara. Lebih parahnya lagi tidak sedikit peraturan atau undang-undang yang sengaja dibuat untuk melegitimasi berbagai pengeluaran yang sebetulnya tidak perlu.  Oleh karena itu bagaimana mungkin masyarakat akan mengikuti arahan pemerintah sementara para pemimpin kita sendiri tidak memberikan contoh yang baik.
            Berdasarkan fakta-fakta tersebut, jika memang pemerintah menginginkan semua programnya didukung oleh masyarakat, sebaiknya pemerintah lah yang lebih dahulu memberikan keteladanan. Mulai dari gaya hidup sederhana, disiplin dalam bekerja sampai bijaksana dalam mengelola anggaran merupakan tiga hal penting yang harus diperhatikan oleh para pemegag kebijakan, karena pada dasarnya rakyat merupakan cerminan penguasa. Jika saja para pemimpin kita benar – benar melaksanakan ketiga hal tersebut, tidak mustahil mereka akan dicintai oleh rakyatnya dan apapun program pemerintah, maka masyarakat pun siap mendukungnya. Akan tetapi jika sebaliknya, jangan harap masyarakat akan mendengarkan seruan dari para pemimpinnya dan pada akhirnya seruan-seruan itu hanya dianggap sebagai angin lalu.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar