Minggu, 10 Februari 2013

( Nasib ) Sarjana Pendidikan di Lembaga Pendidikan


 Suatu saat, untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas kerja seperti biasa saya pun pergi ke waduk cirata untuk memancing. Untuk dapat pergi kesana biasanya saya menggunakan bis jurusan Ciroyom – Cipeundeuy. Meskipun sudah berumur, bis ini setia menemani saya sejak masih bujangan sampai sekarang.  Setelah menunggu beberapa lama akhirnya bis yang ditunggu-tunggu pun datang. Saat itu saya pun langsung naik dan duduk di kursi paling depan.
Sewaktu menunggu bis yang sedang ngetem ini, secara tidak sengaja saya menemukan secarik kertas diatas kursi sebelah saya. Setelah saya baca ternyata kertas tersebut adalah brosur dari salah satu sekolah swasta  yang dipandang oleh sebagian besar masyarakat merupakan sekolah elit. Maklum saat itu tahun ajaran baru akan segera tiba sehingga sekolah-sekolah swasta berlomba-lomba untuk mendapatkan calon peserta didik baru.
            Sekilas brosur tersebut tidak berbeda dengan brosur-brosur lainnya. Didalamnya terdapat profil lembaga, gambar sarana dan prasarana dan juga prestasi siswa. Namun pandangan saya tertuju pada tulisan “Tenaga Pengajar Merupakan Lulusan UI, ITB, UGM, UNPAD dan UPI. Bagi kebanyakan orang, tidak ada yang istimewa dari tulisan tersebut. Akan tetapi bagi saya yang merupakan alumni salah satu perguruan tinggi kependidikan, tulisan tersebut terasa janggal. Bagi saya pribadi, tulisan tersebut memberikan kesan bahwa lembaga pendidikan tersebut lebih bangga memiliki tenaga pendidik yang memiliki keahlian dibidang tertentu dibanding tenaga pendidik yang memang memiliki kompetensi dibidang kependidikan. Padahal ketika kita berbicara tentang dunia pendidikan, yang dibutuhkan bukanlah keahlian untuk menciptakan sesuatu, melainkan tentang kemampuan untuk mentransfer ilmu kepada peserta didik.
            Selain itu kenyataan dilapangan menunjukkan justru guru-guru yang berlatar belakang kependidikanlah yang lebih berperan dalam menentukan keberhasilan proses belajar siswa. Tidak hanya itu, dalam tataran manajemen sekolah pun mereka berhasil menduduki posisi-posisi strategis seperti wakil kepala sekolah bidang kurikulum atau pun kesiswaan.  Hal ini dikarenakan mereka sudah diberikan bekal yang memadai selama mereka mengenyam bangku kuliah. Materi materi  psikologi pendidikan, pengelolaan kelas, strategi belajar mengajar, evaluasi hasil belajar dan materi-materi kependidikan lainnya mereka lahap sewaktu mereka duduk dibangku kuliah.
            Oleh karena itu, sudah saatnya setiap lembaga pendidikan merasa bangga memiliki SDM yang memang memiliki kompetensi dibidang kependidikan, dari pada menonjolkan orang-orang yang tidak memiliki bekal sebagai pendidik hanya karena mereka berasal dari perguruan tinggi ternama. Dengan begitu, guru-guru yang  memang mempunyai latar belakang kependidikan akan merasa diakui keberadaannya dan akan merasa bangga bekerja di lembaga tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar