Selasa, 09 Juli 2013

Profesiku Ibadahku


Bagi sebagian orang, pekerjaan sebagai tenaga pendidik masih dianggap sebagai pekerjaan biasa sebagaimana profesi-profesi lainnya dalam kehidupan masyarakat. Akan tetapi bagi seorang guru yang memiliki pandangan jauh kedepan, profesi guru merupakan profesi yang sangat luar biasa. Hal ini dikarenakan sebagai seorang guru sejati dia menganggap bukan hanya atasan atau pun orang tua siswa yang akan meminta pertanggungjawaban atas pekerjaannya, melainkan juga Allah SWT. Baginya, anak didik adalah amanah yang harus dijaga dengan baik. Hitam atau putihnya siswa kelak tak lepas dari sentuhannya selama proses pembinaan.
Semua orang tentu saja bisa mengajar, namun tidak semua orang mampu menjadi seorang pendidik yang baik. Hal ini dikarenakan seorang pendidik haruslah memiliki beberapa sifat khusus yang melekat pada dirinya. Ketekunan, keikhlasan, senantiasa belajar serta kesabaran dalam menghadapi anak didik adalah syarat mutlak bagi seorang pendidik. Baginya setiap tetesan keringat dan air mata akan menjadi saksi yang akan meringankan bebannya dihari perhitungan kelak. Setiap kekurangan yang dimiliki oleh anak, ia anggap sebagai ladang pahala untuk meraih ridha Ilahi.
Bagi seorang pendidik sejati, kekurangan harta bukanlah alasan untuk bermalas-malasan dalam menjalankan aktifitasnya. Baginya kekurangan materi adalah ujian yang akan mengantarkannya menuju derajat yang lebih tinggi jika dijalaninya dengan ikhlas. Dengan keyakinan bahwa Allah akan memberikan kemudahan kepada siapa saja yang mempermudah urusan orang lain, seorang pendidik sejati akan terus berjuang mendidik anak didiknya ditengah keterbatasan yang dialaminya. 
Sayangnya diantara kita masih banyak yang menjalankan tugas pendidik ini sebagai pekerjaan untuk memenuhi nafkah an sich. Bahkan tidak jarang kita menuntut lembaga untuk menggaji kita secara profesional tanpa terlebih dahulu bercermin apakah kita sudah bekerja dengan profesional. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kita membutuhkan materi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akan tetapi jika materi semata yag menjadi tujuan, berapa pun gaji yang diterima niscaya itu tidak akan pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan maupun keinginan kita, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas dengan apa yang dia miliki.
Oleh karena itu, seyogyanya kita syukuri berapapun gaji yang kita terima dari lembaga tempat kita bekerja.Mudah-mudahan dengan mensyukuri rejeki yang dalam pandangan manusia nilainya kecil itu, Allah memberikan barokah dan menambahkan nikmat-Nya. Akhirnya penulis mengajak kepada kita semua khususnya kepada penulis pribadi untuk memandang pekerjaan kita menjadi pendidik sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT.  Dengan begitu kita berharap dengan mengerjakan profesi kita sebaik-baiknya, tidak hanya materi yang kita peroleh, namun juga pahala yang akan memperberat timbangan amal baik kita di akhirat kelak.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar