Minggu, 13 Oktober 2013

(Masih) Perlukah Ranking di Kelas ?



Berbicara tentang perlu atau tidaknya ranking  di sekolah seakan tak ada habisnya. Sampai hari ini, perdebatan antara yang mendukung dan tidak mendukung adanya peringkat dikelas belum menemukan titik temu. Pendapat pun terbagi, mulai dari yang setuju adanya ranking, menolak mutlak adanya ranking, sampai pendapat yang menganggap bahwa ranking diperlukan hanya untuk jenjang atau kelas tertentu saja. Akibat dari adanya perbedaan pandangan ini, kita sering menemukan sekolah-sekolah yang menerapkan kebijakan yang berbeda tentang diberlakukannya peringkat dikelas.
            Golongan yang mendukung adanya ranking berpendapat bahwa dengan adanya ranking dikelas akan memotivasi siswa untuk belajar sebaik-baiknya demi mendapatkan “gelar” nomor satu dikelas. Selain itu dengan adanya sistem peringkat dikelas ini dapat mengasah mental kompetisi siswa sejak dini sebagai bekal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya maupun sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari yang memang penuh dengan kompetisi.
            Adapun kelompok yang menentang adanya sistem ranking dikelas berpendapat bahwa untuk siswa zaman sekarang sistem peringkat dikelas sudah tidak relevan lagi. Hal ini dikarenakan peringkat dikelas hanya terpaku pada nilai akademik semata yang itu belum tentu menjamin anak akan sukses dikemudian hari. Selain itu dengan hanya berpatokan pada nilai akademik semata, potensi non akademik siswa seakan tidak muncul. Padahal bisa jadi bagi sebagian siswa, potensi non akademik itulah yang mungkin mengantarkan dirinya menjadi orang yang sukses.
            Terlepas dari penting atau tidaknya penerapan sistem ranking dikelas, membandingkan nilai akademik siswa saat ini dengan nilai yang dia peroleh sebelumnya (ipsative) akan jauh lebih bermanfaat dan bermartabat daripada sekedar membandingkan prestasi akademik siswa yang satu dengan siswa yang lain. Terutama bagi siswa sekolah dasar, khususnya dari kelas 1 sampai kelas 4 dimana pada masa ini adalah masa-masa anak untuk bermain. Janganlah keceriaan mereka direnggut oleh tuntutan terutama dari orang tua untuk menjadi juara kelas.
            Adapun untuk jenjang pendidikan SMU, penulis berpendapat bahwa sistem peringkat dikelas sama sekali tidak diperlukan, terutama untuk kelas 12. Hal ini dikarenakan banyak fakta bahwa mereka-mereka yang memiliki peringkat atas dikelasnya tidak jarang mengalami kegagalan ketika mengikuti ujian masuk ke perguruan tinggi negeri, dan ini tentu saja memunculkan banyak pertanyaan. Artinya, peringkat yang diperoleh dikelas tidak menjamin siswa untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan mudah karena kualitas pembelajaran antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lainnya tidaklah sama.  
            Berdasarkan fakta-fakta diatas, tak ada alasan lagi bagi kita untuk tetap memberlakukan sistem ranking dikelas. Hal ini dikarenakan tolak ukur yang digunakan masih bersifat subjektif dimana hasil belajar yang diperoleh siswa masih dianggap sebagai tanggung jawab siswa yang bersangkutan. Padahal hasil belajar tersebut tentu saja sangat dipengaruhi oleh faktor guru yang mengajar. Oleh karena itu memfokuskan diri pada progress report siswa akan lebih bermanfaat bagi siswa itu sendiri yang kemudian dapat memberikan feed back bagi guru yang bersangkutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar