Rabu, 16 Oktober 2013

Pelajaran TIK Masih Diperlukan



Ditiadakannya pelajaran TIK untuk tingkat SMP dan SMA dalam kurikulum baru menjadi persoalan tersendiri bagi generasi muda kita. Luasnya aspek dunia teknologi informasi mengharuskan mereka memiliki keterampilan sekaligus wawasan yang luas agar dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan sebaik-baiknya sekaligus tidak terjerembab kedalam hal-hal yang bersifat negatif. Hal ini dikarenakan, teknologi informasi ibarat dua sisi mata uang, dimana dampak positif dan dampak negatif akan selalu melekat padanya.
            Berbicara tentang teknologi informasi, sejatinya tidak hanya terbatas pada materi-materi yang berhubungan dengan keterampilan teknis semata. Aspek-aspek sosiologis, ekonomis dan juga yuridis dari penggunaan teknologi informasi adalah materi-materi yang tak kalah penting untuk dipelajari oleh siswa dimana guru TIK lah yang lebih berkompeten menyampaikan materi-materi tersebut. Dengan begitu diharapkan para siswa memiliki bekal yang cukup dalam memanfaatkan teknologi informasi dengan sebaik-baiknya.
            Banyaknya anak muda yang sukses menjalankan bisnisnya secara online atau yang dikenal dengan E-Commerce hendaknya menjadi inspirasi bagi para siswa. Fenomena ini menunjukkan bahwa untuk menjadi orang sukses tidak harus menunggu sampai lulus kuliah dan juga bermodal besar. Dengan ketekunan dan keinginan untuk senantiasa menambah wawasan, kesuksesan pun dapat diraih oleh siapapun.
            Hal lain yang perlu dipelajari oleh siswa adalah hal-hal yang bersifat yuridis seperti undang-undang ITE. Undang-undang ini dibuat untuk melindungi kita dari berbagai modus kejahatan didunia maya yang dikenal dengan Cyber Crime. Pembobolan kartu kredit, peretasan halaman web milik personal ataupun institusi tertentu adalah contoh-contoh kejahatan di dunia maya yang sampai detik ini masih terjadi. Tak heran kemudian pihak kepolisian pun membentuk tim Cyber Police untuk menangani hal ini.
            Adapun dari aspek sosiologis, siswa dituntut untuk memahami etika dalam dunia TIK. Penggunaan perangkat lunak bajakan adalah salah satu contoh bentuk pelanggaran etika terhadap Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI yang dapat dituntut secara hukum. Selain itu, siswa juga dituntut untuk berhati-hati dalam berkomentar di dalam situs-situs jejaring sosial karena dikhawatirkan menyinggung pihak lain. Kasus Prita Mulyasari yang mengeluhkan buruknya pelayanan salah satu rumah sakit internasional didunia maya dan harus berakhir dipenjara adalah salah satu contoh bahwa apa yang kita perbuat didunia maya akan berdampak pada kehidupan kita didunia nyata.
            Berdasarkan fakta-fakta diatas, nampaknya menghapus pelajaran TIK untuk tingkat SMP dan SMA bukanlah pilihan yang bijak. Hal ini dikarenakan remaja pada masa-masa tersebut masih bersifat labil dan membutuhkan arahan-arahan dari guru tentang bagaimana cara memanfaatkan teknologi informasi dengan baik. Dengan begitu diharapkan pengaruh negatif penggunaan teknologi informasi yang sampai saat ini cenderung mendominasi dapat dikurangi. 
             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar