Senin, 18 November 2013

Menanamkan Kecintaan Kepada Al-Qur’an Sejak Dini

Dijadikannya Indonesia sebagai tuan rumah pelaksanaan Mutsabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat internasional pada tanggal 11 – 15 September yang lalu sejatinya mampu dijadikan momentum bagi dunia pendidikan kita untuk menanamkan kecintaan anak-anak kita kepada Al-Qur’an sejak dini. Kegiatan yang  diawali oleh Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) di kabupaten Bangka Tengah pada akhir agustus yang lalu tersebut mengambil tema “’MTQ Internasional Jembatan Ukhuwah dan Kerja Sama Dunia Islam untuk Persahabatan, Perdamaian, dan Kerja Sama Antar-Bangsa.
            Seperti kita ketahui, salah satu persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah semakin memudarnya nilai-nilai persudaraan dikalangan umat Islam, baik di dalam negeri maupun dengan umat Islam dinegara lain. Di dalam negeri kita sering melihat pemandangan yang sangat memprihatinkan dimana umat Islam yang tergabung dalam kelompok-kelompok tertentu seolah berlomba menyalahkan saudaranya dari kelompok lainnya dan menganggap kelompoknya lah yang paling benar. Pada akhirnya hari demi hari umat Islam pun semakin tercerai berai. Hanya karena perbedaan pendapat dalam menentukan awal Ramadhan, mereka pun rela melepaskan ikatan-ikatan persudaraan diantara sesama.
            Sementara itu umat Islam yang tinggal di negara lain saat ini sedang mengalami situasi yang memilukan dimana setiap hari korban terus berjatuhan. Kondisi Mesir yang memanas sejak beberapa waktu yang lalu mengakibatkan mesjid-mesjid yang seharusnya menjadi tempat beribadah berubah fungsi menjadi ladang pembantaian umat Islam oleh pihak militer. Mulai dari orang tua, anak-anak dan juga para wanita tak luput dari kekejaman pihak militer yang didukung oleh amerika dan yahudi tersebut. Namun yang lebih memprihatinkan lagi adalah sikap pemerintah Indonesia yang terkesan tidak peduli terhadap kondisi umat Islam disana dan menganggap bahwa itu urusan dalam negeri mereka dan karenanya kita tidak boleh ikut campur.
            Padahal sejarah mencatat bahwa negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia 68 tahun yang lalu adalah Mesir. Bahkan atas nama Ukhuwah Islamiyah perwakilan negara mesir sengaja datang langsung ke Indonesia untuk menyampaikan dukungannya kala itu. Tak hanya itu, ketika terjadi bencana Tsunami di Aceh presiden terguling Mesir, Muhammad Mursi datang langsung ke Aceh untuk memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian warga mesir kepada umat Islam di Indonesia.
            Kecintaan rakyat mesir yang begitu kuat kepada umat Islam di Indonesia tentu tidak datang begitu saja. Ikatan persaudaraan atas dasar keimanan sejatinya adalah buah manis dari sebuah proses interaksi dengan Al-Qur’an yang  mereka tanamkan kepada anak – anak mereka sejak dini. Banyaknya anak-anak yang belum lulus sekolah dasar namun sudah hafal Al-Qur’an 30 Juz menunjukkan bahwa Al-Qur’an telah mendarah daging dalam diri mereka dan dijadikan pedoman hidupnya.
                Oleh karena itu sudah saatnya bagi kita untuk mendorong anak-anak kita untuk senantiasa mencintai Al-Qur’an sejak dini. Jangan biarkan mereka menjadi korban media yang tak henti-hentinya meracuni pikirannya dengan menampilkan berbagai tayangan yang sebenarnya tidak mendidik, bahkan menjerumuskan. Adapun bagi pihak sekolah, mengadakan mata pelajaran Tahfidz, Tahsin Qur’an (TTQ) seperti yang telah diterapkan oleh beberapa sekolah islam terpadu diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai ajaran Islam sejak dini. Dengan begitu kedepan diharapkan  akan muncul generasi unggul yang rahmatan lil ‘alamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar