Selasa, 05 November 2013

Minimnya Sekolah Penerbangan




Membaca berita yang berjudul “Negara tanpa Pilot” (Republika, 08/07/2013”) memang sangat memprihatinkan. Ternyata bukan hanya bahan pangan dan kendaraan saja yang harus kita import namun juga pilot pesawat. Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 230 juta jiwa lebih ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan akan tenaga pilot untuk didalam negri. Akhirnya tingkat ketergantungan pada pilot asing pun sangat tinggi.
            Berdasarkan data yang diperoleh dari Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), saat ini Indonesia membutuhkan sekitar 600 tenaga pilot setiap tahunnya. Namun dari seluruh sekolah penerbangan yang ada di Indonesia baru mampu mencetak 250 pilot setiap tahunnya. Saat ini hanya terdapat 18 sekolah penerbangan yang ada di Indonesia. Jumlah tersebut tentu saja belum cukup untuk menampung banyaknya calon siswa yang bercita-cita menjadi pilot. Alhasil, tingkat persaingan pun sangat ketat dan calon siswa yang tidak lulus harus ikhlas menghapus cita-citanya.
            Kurangnya jumlah sekolah penerbangan ini sejatinya direspon oleh pemerintah dengan membangun sekolah-sekolah penerbangan yang baru. Pemerintah hendaknya tidak melulu membangun sekolah-sekolah yang pada akhirnya hanya menghasilkan para sopir angkot. Kita tentu tidak mau melihat para pilot asing berjaya dilangit nusantara ini sementara kita sebagai pribumi hanya menjadi sopir angkot yang harus saling sikut dijalan dengan saudara sendiri.  
            Tingginya kebutuhan akan tenaga pilot seharusnya dianggap sebagai peluang bagi insan-insan pribumi dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Tingginya pendapatan tenaga pilot tentu akan sangat membantu perekonomian keluarga dibandingkan hanya menjadi sopir angkot. Besarnya anggaran pendidikan yang dimiliki oleh pemerintah yang berasal dari APBN ditambah dengan dana abadi yang jumlahnya mencapai belasan triliun rupiah seharuasnya mampu digunakan untuk membangun puluhan sekolah penerbangan tambahan diseluruh pelosok nusantara.
            Dengan membangun sekolah-sekolah yang mencetak tenaga pilot diharapkan lambat laun ketergantungan terhadap tenaga pilot asing pun dapat dikurangi. Untuk itu dibutuhkan political will yang kuat dari pemerintah untuk mau berinvestasi dengan cara membangun sekolah-sekolah penerbangan yang baru sehingga mampu menampung lebih banyak jumlah calon siswa yang berminat menjadi pilot.
            Membangun sekolah khususnya sekolah penerbangan sejatinya merupakan investasi Sumber Daya Manusia dibidang penerbangan dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi tantangan dimasa depan. Akan segera dibukanya keran perdagangan bebas tentu harus disambut dengan mempersiapkan SDM yang berkualitas. Dengan begitu kita pun mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk dan tenaga asing dan pada akhirnya kita pun mampu Berjaya dinegeri sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar