Kamis, 07 November 2013

Pengawasan Melalui Media Sosial ( 2 )



Proses tumbuh kembang anak pada dasarnya dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah sampai dengan teman sepermainan. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat seperti saat ini memungkinkan anak tidak hanya dapat berinteraksi di dunia nyata, namun juga didunia maya. Kemudahan akses untuk berinteraksi dengan yang lainnya tanpa terhalang oleh batas-batas wilayah memungkinkan anak berteman dengan siapapun tanpa mengenal asal daerah maupun usia.
            Dalam kondisi seperti ini pengawasan dari guru maupun orang tua mutlak adanya. Hal ini dikarenakan media sosial memiliki pengaruh cukup besar dalam pembentukan karakter anak. Banyaknya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja tak jarang bersumber dari media sosial. Mulai dari kata-kata yang tidak senonoh sampai gambar-gambar seronok bertebaran dengan bebasnya dijejaring sosial yang didominasi oleh para remaja.
Akibatnya hal-hal buruk yang ada didunia maya mereka bawa ke dunia  nyata. Kasus video asusila yang diperagakan oleh siswa SMP beberapa waktu yang lalu dan tersebar dengan cepat didunia maya sejatinya merupakan tamparan keras bagi guru dan orang tua yang gagal dalam mendidik anak. Lebih jauh lagi, perilaku menyimpang tersebut tidak mustahil akan memberikan “inspirasi” bagi remaja lainnya untuk berbuat hal yang sama.   
            Hal tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi jika orang tua maupun guru tidak hanya mengawasi aktivitas anak didunia nyata saja namun juga didunia maya. Zaman serba online seperti sekarang ini menuntut guru dan orang tua untuk lebih melek IT. Untuk melakukan pengawasan didunia maya, guru maupun orang tua bisa mendaftar melalui situs jejaring sosial dimana anaknya terdaftar sebagai anggota. Setelah itu jalinlah komunikasi dengan anak dengan cara menambahkannya sebagai teman dijejaring sosial.
            Dengan cara seperti ini kita bisa tahu dengan siapa saja anak kita berteman dan apa saja yang mereka lakukan dimedia sosial. Jika ternyata ada anak yang melakukan  perbuatan yang menyimpang seperti menuliskan kata-kata kasar atau menyebarkan gambar-gambar yang tidak semestinya, maka kita bisa langsung menegur atau memanggilnya sebelum anak tersebut berbuat lebih jauh.  
            Selain itu penting juga bagi orang tua untuk mengikuti apa saja yang diperbincangkan oleh anak dengan temannya didunia maya. Pada beberapa kasus ditemukan fakta bahwa ternyata anak lebih nyaman bercerita tentang suatu hal atau permasalahannya dijejaring sosial daripada berdiskusi dengan orang tua. Dengan begitu kita bisa tahu apa saja permasalahan yang tengah dihadapi oleh anak untuk kemudian dicarikan solusinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar