Sabtu, 07 Desember 2013

Mengenal Siswa Melalui Blusukan ?



Istilah Blusukan biasanya identik dengan kegiatan yang dilakukan oleh para politikus, terlebih saat masa kampanye. Tujuan mereka tak lain dan tak bukan adalah untuk menampung aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus untuk mendapatkan simpati dari masyarakat. Dengan menyapa masyarakat secara langsung, mereka berharap bisa menangkap permasalahan apa saja yang dialami oleh masyarakat dan mengetahui apa saja yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat.
            Dalam dunia pendidikan istilah Blusukan dikenal dengan sebutan  Home Visit, yaitu kegiatan kunjungan langsung yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam hal ini guru atau wali kelas kerumah-rumah peserta didik khususnya mereka yang memiliki masalah di sekolah. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui lebih jauh kondisi objektif peserta didik serta orang tuanya dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sehingga jika ada persoalan menyangkut peserta didik disekolah guru dapat memberikan solusi yang tepat.
            Adanya kasus siswa yang sering datang kesiangan ke sekolah maupun siswa yang sering tertidur didalam kelas pada saat KBM berlangsung tentu tidak semata-mata karena faktor siswa yang bersangkutan. Bisa jadi ada faktor lain yang menyebabkan mereka seperti itu, misalnya siswa yang sering datang kesiangan ternyata sebelum berangkat ke sekolah dia disuruh oleh orang tuanya untuk mengantarkan barang dagangannya terlebih dahulu ke pasar. Jika situasinya seperti ini pemberian hukuman jelas bukan solusi terbaik.
            Informasi-informasi semacam ini terkadang tidak bisa diperoleh jika guru tidak memiliki pola komunikasi yang baik dengan orang tua siswa. Saat berada disekolah, siswa biasanya merasa malu jika ditanya persoalan tentang keadaan keluarganya. Oleh karena itu mendatangi langsung orang tua siswa yang bersangkutan diharapkan bisa menjadi cara yang tepat untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Hal ini dikarenakan biasanya orang tua akan bersikap lebih terbuka ketika berada berada dirumah. Selain itu dengan dikunjungi oleh pihak sekolah, orang tua akan lebih merasa dihargai keberadaannya sekaligus merasa senang karena ternyata pihak sekolah menaruh perhatian yang besar kepada anaknya.
            Namun sayangnya tidak semua guru mau dan mampu melaksanakan tugas semacam ini. Padahal kegiatan blusukan tersebut sejatinya dapat membantu kita untuk mengetahui apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh anak. Tidak ada waktu atau tidak ada SPPD dari sekolah seakan menjadi masalah klise yang membuat kita enggan untuk melangkah. Hanya guru yang benar-benar menjadikan tugas mendidik sebagai panggilan jiwa saja yang sanggup untuk menjalankan tugas mulia ini. Bagi mereka, peserta didik adalah amanah yang harus dijaga dengan baik karena anak sejatinya merupakan titipan Tuhan yang kelak akan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar