Jumat, 20 Desember 2013

Saat Anak Menyanyikan Lagu Dangdut Koplo



Tayangan – tayangan yang disuguhkan oleh media makin hari-nampaknya semakin memprihatinkan.  Bukan hanya tayangannya saja yang tidak mendidik namun juga cenderung mengarah pada hal-hal negatif. Banyaknya tayangan media yang sebenarnya diperuntukkan bagi orang dewasa namun pada kenyataannya juga dinikmati oleh anak-anak patut disayangkan. Jika terus dibiarkan tidak mustahil anak-anak akan dewasa sebelum waktunya.
            Beredarnya video klip lagu-lagu dangdut koplo dengan pakaian penyanyi yang serba mini ditelevisi maupun diinternet tentu saja membuat orang tua was was. Bukan hanya penampilannya saja yang tidak pantas ditonton oleh anak-anak namun juga lirik lagu yang dibawakannya. Setelah sukses dengan lagu “Berondong Tua”, kini masyarakat kita kembali terhipnotis oleh lagu “Buka Sitik Jos”  yang dibumbui oleh Goyang Caesar dan lagu “Satu Jam Saja” yang diwarnai dengan goyang itiknya Zaskia.
                Dalam masyarakat kita, lagu-lagu yang sedang hits saat ini biasanya mudah ditiru oleh anak-anak. Celakanya lagi, anak kecil adalah sosok peniru paling ulung dibandingkan dengan orag dewasa. Di Sekolah Dasar tempat menulis mengajar, tidak sedikit anak kecil yang hapal menyanyikan lagu-lagu dangdut koplo tersebut dari A sampai Z lengkap dengan gerakannya. Jika sudah begini, peran orang tua pun patut dipertanyakan karena sekolah tidak mengajarkan hal-hal seperti ini.
                Kata-kata terlarang seperti peluk, cium, bercumbu dan seksi yang terdapat dalam lagu-lagu yang disebutkan diatas terlontar begitu saja dari mulut seorang anak tanpa mereka tahu apa maksudnya. Parahnya lagi rasa ingin tahu anak yang sangat besar dikhawatirkan akan membuat anak mencari tahu sendiri kata-kata tersebut ditempat lain. Tak terbayangkan saat seorang anak SD membuka Google Images dan mengetikkan kata kunci “seksi” dan melihat dengan jelas apa yang tampil di layar. Jika hal ini sampai terjadi akan mengakibatkan dampak psikologis yang tidak baik bagi perkembangan anak selanjutnya.
                Untuk mencegah anak dari perilaku menyimpang dibutuhkan kerjasama antara orang tua dan guru. Pengawasan terhadap aktivitas anak dirumah terutama dalam hal penggunaan media hiburan seyogyanya kewajiban yang harus dilakukan oleh orang tua. Adapun guru disekolah berkewajiban memberikan pemahaman kepada siswa tentang tayangan – tayangan apa saja yang boleh dilihat oleh anak. Jika perlu  sekolah bisa memberikan sanksi kepada anak yang terbukti meniru nyanyian atau adegan-adegan yang dilarang.
                Dengan begitu kita pun berharap pendidikan karakter yang saat ini tengah menjadi “primadona” bukan hanya menjadi slogan semata namun juga benar-benar dilaksanakan.
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar