Kamis, 30 Januari 2014

Budaya Riset dalam Pendidikan Politik



Pendidikan politik bagi pemilih pemula dalam rangka menyambut pesta demokrasi yang tinggal beberapa bulan lagi hendaknya dijadikan momentum untuk menumbuhkan budaya riset dikalangan pelajar. Banyaknya partai politik yang “bernyanyi” menawarkan jargon-jargonnya menjadi tantangan tersendiri bagi pemilih pemula dalam menentukan caleg maupun partai mana yang layak untuk dipilih. Sikap hati-hati dalam memilih pun nampaknya menjadi suatu keharusan agar mereka tidak jatuh kelubang yang sama (seperti halnya para pendahulu mereka).
            Sebelum menjatuhkan pilihan kepada caleg maupun parpol tertentu, ada baiknya siswa diajak untuk mengenal rekam jejak caleg maupun parpol yang bersangkutan. Mulai dari visi misi sang caleg, latar belakang pendidikan, pengalaman berorganisasi, sampai dengan aktivitas kesehariannya dimasyarakat sebisa mungkin diketahui oleh calon pemilih. Tak hanya itu, visi misi  dan sepak terjang  parpol yang “mengorbitkan” para caleg pun penting untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih.  Kita tentu tidak ingin melihat anak-anak kita memilih calon-calon wakil rakyat dari parpol yang dikenal sebagai “sarang” koruptor.
            Tidak sulit bagi siswa untuk mengenal lebih dekat sosok calon legislator yang akan mewakili kepentingan mereka. Untuk mengenal nama-nama caleg tersebut, para siswa bisa melihat daftar caleg melalui website resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Disana tercantum nama-nama caleg lengkap dengan daerah pemilihan dan parpol yang mengusungnya.  Untuk mengetahui kiprahnya dimasyarakat, siswa bisa melihat aktivitas para caleg melalui jejaring sosial. Caleg yang aktif di jejaring sosial biasanya “rajin” meng-upload foto-foto kegiatan mereka saat terjun ke masyarakat. Selain itu biasanya mereka pun intens menjalin komunikasi didunia maya maupun didunia nyata dengan orang-orang yang berdomisili didaerah pemilihannya. 
            Adapun untuk megetahui sepak terjang partai politik yang saat ini menjadi peserta pemilu, siswa bisa mengetahuinya melalui berita-berita di televisi maupun internet. Menjelang pesta demokrasi seperti sekarang ini, berita-berita tentang prestasi maupun kebobrokan partai-partai politik selalu mendominasi siaran berita ditelevisi maupun portal-portal berita didunia maya. Meskipun demikian pendidik pun sebaiknya mengajarkan kepada siswa untuk senantiasa mencerna setiap berita dan tidak langsung mempercayainya. Hal ini dikarenakan ada juga media nasional yang pemiliknya merupakan petinggi parpol sehingga konten berita terkesan kurang berimbang.
            Pendidikan politik dengan cara-cara yang telah dipaparkan diatas secara tidak langsung akan memberikan kesan pada siswa bahwa riset merupakan kegiatan yang menyenangkan dan terasa langsung manfaatnya. Dengan begitu siswa pun akan semakin termotivasi untuk mencari dan mencoba menemukan hal-hal baru yang bermanfaat dan secara tidak langsung akan mengasah kedewasaan mereka dalam mengambil keputusan.   
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar