Selasa, 07 Januari 2014

Memanfaatkan Media Pembelajaran



Bantuan hibah barang berupa seperangkat media pembelajaran berbasis IT yang dibagikan kepada ratusan Sekolah Dasar (SD) di Jawa Barat beberapa waktu yang lalu hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh sekolah penerima. Bantuan yang diberikan oleh dinas pendidikan provinsi Jawa Barat tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran yang pada akhirnya dapat berimplikasi positif pada peningkatan prestasi akademik siswa.
            Ditengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, penggunaan media pembelajaran berbasis IT merupakan suatu keniscayaan. Hal ini dikarenakan siswa yang kita didik saat ini memiliki karakter yang berbeda dengan siswa pada masa-masa sebelumnya. Mereka yang tumbuh saat ini merupakan generasi digital (Digital Native) yang sudah akrab dengan peralatan digital sejak dini. Oleh karenanya penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia akan sangat membantu mereka dalam menerima pelajaran.
            Meskipun demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pihak sekolah dalam mengelola dan memanfaatkan media pembelajaran tersebut. Pertama, dalam menggunakan perangkat media pembelajaran yang bersifat digital, setiap guru diharapkan memiliki kompetensi dibidang IT secara memadai. Tanpa adanya kompetensi tersebut, penggunaan perangkat media pembelajaran yang ada tidak akan berjalan optimal. Bahkan tidak mustahil peralatan tersebut menjadi mubadzir dan hanya menjadi pajangan.
            Saat dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bintek) di Bandung beberapa waktu yang lalu dimana penulis juga ikut serta, sebagian guru yang saat itu hadir menyatakan bahwa mereka masih bingung tentang penggunaan media pembelajaran yang diberikan. Sekalipun instruktur sudah memperagakannya didepan mereka, tanpa adanya buku panduan penggunaan yang lengkap dan pelatihan lanjutan, sulit bagi mereka untuk menerapkan proses pembelajaran berbasis multimedia dikelas. Oleh karenanya diperlukan inisiatif dari koordinator sekolah-sekolah penerima bantuan ditingkat kabupaten / kota untuk membuat tutorial secara lengkap dan memberikan pelatihan lanjutan untuk sekolah-sekolah lain didaerahnya jika diperlukan. 
            Kedua, hal lain yang harus diperhatikan oleh pihak sekolah agar kondisi barang tetap terjaga dengan baik adalah masalah perawatan (maintenance). Berdasarkan pengamatan penulis, masih terdapat beberapa sekolah yang belum memiliki tempat memadai untuk menyimpan perangkat media pembelajaran berbasis IT. Hal tersebut tentu saja dapat mengakibatkan barang cepat rusak.  Oleh karenanya diperlukan sedikit pengorbanan dari pihak sekolah untuk menyediakan tempat khusus yang memadai agar perangkat media pembelajaran tersebut dapat digunakan untuk waktu yang lama.    
            Ketiga, masalah keamanan sekolah merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan. Masih adanya sekolah-sekolah yang belum menyediakan tempat tinggal bagi penjaga sekolah menjadikan sekolah rawan dijadikan sasaran perampokan terutama dimalam hari. Sekolah dimana penulis saat ini mengabdi pun sudah tiga kali menjadi korban perampokan dimana barang-barang yang terdapat diruang multimedia selalu menjadi sasarannya. Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, diperlukan kemauan yang sungguh-sungguh dari pengelola sekolah untuk menyediakan tempat tinggal bagi penjaga sekolah sehingga lingkungan sekolah dapat terpantau selama 24 jam.
            Dengan mempertimbangkan ketiga hal diatas, kita berharap bantuan yang diberikan oleh pemerintah provinsi tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu kita pun berharap media pembelajaran berbasis IT tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya mampu meningkatkan kemampuan akademik siswa.(Dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat, 06 Januari 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar