Jumat, 10 Januari 2014

Membangun Budaya Riset di Kalangan Pelajar



Stigma negatif pelajar yang identik dengan pencari jawaban dan bukan pencipta jawaban sudah saatnya kita tinggalkan. Proses pembelajaran yang menempatkan siswa hanya sebagai objek yang harus terus “disuapi” sudah waktunya kita hilangkan.  Tumbuhnya generasi passiv semacam ini sejatinya tidak terlepas dari proses pembelajaran saat ini yang terlalu berorientasi pada pemecahan soal-soal diatas kertas seperti halnya Ujian Nasional (UN). Padahal dalam kehidupan nyata ada banyak sekali permasalahan yang membutuhkan solusi alternatif dan kreatif yang tidak dibatasi oleh pilihan A, B, C, D atau E.
            Salah satu upaya untuk membentuk generasi yang kreatif adalah dengan cara membangun budaya riset di kalangan pelajar sejak dini. Melalui kegiatan riset siswa akan dituntut untuk senantiasa berpikir kreatif. Selain itu budaya riset akan sangat bermanfaat bagi siswa saat mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya maupun ketika mereka terjun ke masyarakat.
            Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh guru dalam mengembangkan budaya riset bagi siswa. Pertama, mintalah siswa untuk mencari tulisan di dunia maya yang bersifat aktual, menarik dan relevan  dengan tema yang ditugaskan. Di zaman yang serba online seperti sekarang ini sepertinya tidak sulit bagi mereka untuk mencari referensi secara cepat, tepat dan akurat. Dengan begitu kegiatan riset pun menjadi tugas yang menarik bagi siswa. Kedua, mintalah siswa tersebut untuk mempresentasikan hasil risetnya dikelas. Dengan cara ini mereka akan merasa bangga dengan hasil penelitiannya sekaligus melatih keberanian mereka untuk berbicara didepan umum.
            Ketiga, publikasikan hasil karya mereka di dunia nyata dan di dunia maya. Dalam hal ini guru bisa memamerkan hasil karya siswa nya di mading atau buletin sekolah maupun di website resmi sekolah atau di jejaring sosial. Dengan cara ini akan muncul kebanggan dari diri siswa yang bersangkutan sekaligus menambah rasa percaya dirinya.
Dengan membangun budaya riset semacam ini diharapkan akan muncul tunas-tunas yang tidak hanya mampu memecahkan persoalan-persoalan diatas kertas namun juga benar-benar mampu memecahkan berbagai persoalan dengan cara kreatif dan unik. Dengan begitu segala potensi yang ada pada diri siswa pun akan senantiasa berkembang dan tidak terbelenggu oleh rantai-rantai akademik yang salah satunya bernama UN.
           
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar