Sabtu, 18 Januari 2014

Reorientasi Pembelajaran di Sekolah Dasar



Dihapuskannya Ujian Nasional untuk Sekolah Dasar sebagai implikasi dari implementasi kurikulum baru tentunya akan berpengaruh terhadap proses pembelajaran yang saat ini tengah berlangsung. Konsep kurikulum baru yang menekankan proses pendidikan secara menyeluruh meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor secara langsung akan merubah haluan proses belajar yang selama ini hanya berorientasi pada pemecahan soal-soal diatas kertas.
            Kurikulum baru yang bersifat tematik integratif menjadikan siswa tidak lagi hanya berperan sebagai objek. Sebaliknya sebagai pelaku utama siswa dituntut untuk aktif melakukan sampai menghasilkan sesuatu selama proses pembelajaran. Adapun pertanyaan yang kemudian muncul adalah, mampukah guru menempatkan peserta didik sebagai pelaku utama dalam KBM sekaligus menanamkan kecintaan mereka terhadap kegiatan pembelajaran ?
            Kedua pertanyaan tersebut sejatinya merupakan tantangan bagi semua guru SD untuk senantiasa kreatif dan inovatif dalam menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan didalam kelas. Kreatifitas guru dan penggunaan media pembelajaran yang sesuai nampaknya menjadi syarat mutlak untuk memunculkan kecintaan siswa terhadap kegiatan pembelajaran.
            Siswa sekolah dasar yang masih identik dengan dunia bermain tentunya jangan sampai merasa terbebani oleh banyaknya materi yang harus dipelajari. Menumbuhkan motivasi pada anak agar mau belajar jauh lebih penting dari hanya sekedar mengajarkan materi pelajaran. Hal ini perlu dilakukan agar anak benar-benar siap untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu SMP. Tanpa kesiapan yang matang akan sulit bagi siswa untuk mengikuti pelajaran yang disampaikan di jenjang pendidikan selanjutnya.  
            Berdasarkan gambaran diatas perubahan orientasi pembelajaran di sekolah dasar nampaknya menjadi sutu keniscayaan. Sekolah Dasar yang baru saja memasuki “Zaman Baru” seperti yang diistilahkan oleh Watson tentunya harus mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya meskipun itu tidaklah mudah. Tak hanya itu, sekolah pun harus mampu secara perlahan melepaskan diri dari “rantai-rantai” yang selama ini membelenggu kreativitasnya.
            Untuk itu diperlukan usaha serius dari para pendidik di sekolah dasar untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh pemerintah dengan sebaik-baiknya. Jika tidak, bukan mustahil pemerintah akan mengambil kembali kepercayaan yang telah diberikan dimana fungsi melakukan evaluasi proses belajar tidak lagi sepenuhnya dilakukan oleh guru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar