Jumat, 14 Februari 2014

Memahami Aturan SNMPTN 2014



Siswa SMA maupun SMK yang saat ini tengah duduk dibangku kelas XII nampaknya harus bersiap menyambut Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang dilaksanakan pada tahun ini. Pasalnya terdapat beberapa aturan yang berbeda dengan tahun sebelumnya.  Ketidakpahaman siswa terhadap aturan yang berlaku tak jarang berakibat fatal bagi masa depan mereka. Tahun lalu saja terdapat sekitar 21,31 % siswa yang tidak lolos SNMPTN akibat kesalahan pengisian administrasi.
            Pada dasarnya ada tiga perubahan yang cukup mendasar dalam SNMPTN yang dilaksanakan pada tahun ini. Pertama, jika pada tahun lalu siswa diperbolehkan memilih 2 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan masing-masing 2 jurusan, maka pada tahun ini siswa hanya diperbolehkan memilih 2 jurusan untuk PTN yang satu dan satu jurusan untuk PTN lainnya. Artinya jika pada tahun lalu siswa bisa memilih maksimal sampai 4 jurusan, maka untuk tahun ini mereka hanya mempunyai kesempatan untuk memilih 3 jurusan saja, itu pun dengan syarat salah satu PTN yang mereka pilih harus berada di provinis dimana sekolah mereka berada. 
            Kedua, pada pelaksanaan SNMPTN tahun ini nilai Ujian Nasional (UN) ikut diperhitungkan. Hal ini tentunya berbeda dengan tahun sebelumnya dimana yang menjadi bahan pertimbangan hanyalah nilai raport enam pelajaran dari semester 1 sampai dengan semester 5 serta prestasi-prestasi yang pernah diraih oleh siswa. Kondisi ini tentunya memaksa siswa untuk bekerja keras mendapatkan nilai UN sebaik mungkin jika ingin diterima di perguruan tinggi yang diminati.
            Ketiga, pada SNMPTN kali ini siswa tidak diperkenankan untuk memilih jurusan yang sifatnya lintas program. Artinya siswa kelas IPA tidak diperbolehkan mengambil jurusan IPS begitupun sebaliknya. Hal tersebut juga berlaku bagi siswa SMK dimana siswa hanya diperbolehkan memilih jurusan yang sesuai dengan kompetensinya.
            Selain ketiga hal diatas, tingginya tingkat persaingan untuk SNMPTN tahun ini menjadi tantangan lain yang harus dihadapi oleh setiap siswa. Diperkirakan pada tahun ini akan ada sekitar 1,2 juta siswa yang akan mengikuti proses seleksi. Namun kursi yang tersedia hanya 150.000 siswa. Artinya akan ada banyak siswa yang gagal dalam memperebutkan kursi yang cukup bergengsi tersebut.
            Menghadapi kondisi tersebut setiap siswa diharapkan tidak hanya mau bekerja keras, namun juga mampu bekerja cerdas. Strategi memilih jurusan dan perguruan tinggi secara tepat tentunya akan memperbesar peluang untuk diterima. Selain itu dengan memahami aturan yang berlaku, kita berharap tidak ada lagi siswa yang gagal dalam meraih cita-citanya hanya karena kesalahan mereka dalam melengkapi persyaratan administrasi.  ( Dimuat di Harian Umum Republika, 13 Februari 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar