Senin, 17 Maret 2014

Mengasah Kesalehan Lingkungan



Bencana banjir yang melanda ibukota dan kawasan lainnya ditanah air beberapa waktu yang lalu sejatinya merupakan peringatan bagi kita untuk senantiasa menjaga kelestarian alam. Banyaknya daerah resapan air yang berubah fungsi menjadi pemukiman penduduk ditambah dengan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungannya mengakibatkan bencana yang kerap meminta korban jiwa maupun harta ini selalu terulang setiap tahunnya. Himbauan pemerintah untuk tidak melakukan penebangan secara liar pun sepertinya diabaikan oleh pengusaha. Bagi mereka, nilai ekonomi jauh lebih penting dibandingkan dengan jumlah korban yang diakibatkan oleh kegiatan ilegal logging tersebut.
            Disisi lain, pesan moral  yang berbunyi “Kebersihan Sebagian Dari Iman” nampaknya masih belum mendarah daging dalam diri masyarakat kita. Kebiasaan membuang sampah kesungai dengan alasan tidak ada tempat penampungan sampah yang memadai seakan menjadi alasan bagi mereka  untuk tetap melakukan kebiasaannya. Namun saat bencana itu datang barulah mereka menyesal akan perbuatannya.
            Menjaga kelestarian lingkungan pada dasrnya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat serta sekolah. Selain memberikan sanksi yang tegas bagi yang melanggar peraturan, pemerintah pun wajib menyediakan sumber daya manusia dan fasilitas yang memadai agar masyarakat tidak membuang sampah secara sembarangan.
            Adapun sekolah pada dasarnya memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kesadaran peserta didik akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang diajarkan dikelas hendaknya mampu memotivasi anak untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sekolahnya maupun di masyarakat.  Dalam hal ini sekolah sekolah wajib menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung seperti tempat sampah organik dan non organik dengan jumlah yang memadai.
            Selain itu sekolah hendaknya mampu untuk memunculkan kreativitas anak dalam mengolah sampah menjadi suatu barang yang bernilai estetis maupun ekonomis. Dalam hal ini guru Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) memegang peran yang sangat penting. Selain itu agar anak lebih termotivasi untuk menjaga kelestarian lingkungannya, sekolah bisa mengadakan lomba kebersihan antar kelas maupun lomba kreativitas membuat suatu barang berbahan dasar sampah. Cara seperti ini diharapkan dapat lebih memotivasi anak untuk menjaga kelestarian alam sekaligus membuka wawasannya bahwa sampah ternyata dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai.
            Dengan adanya upaya-upaya semacam ini kita berharap masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungannya sehingga bencana alam sebagai akibat dari kelalaian manusia tidak terulang kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar