Kamis, 20 Maret 2014

Menggagas Kantin Sehat



Kesehatan jasmani sejatinya merupakan salah satu modal dasar dalam mencapai keberhasilan proses belajar. Hal ini dikarenakan kondisi fisik siswa akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan akademiknya. Siswa yang sering sakit-sakitan dan tidak masuk sekolah tentu akan sulit mengikuti pelajaran. Dalam hal ini sekolah mempunyai tanggung jawab moral dalam menciptakan lingkungan yang sehat untuk mendukung proses tumbuh kembangnya peserta didik.
            Beredarnya jajanan yang tidak sehat di sekitar sekolah tentu saja membuat kita harus lebih waspada. Banyaknya makanan yang mengandung bahan – bahan kimia berbahaya seperti pewarna pakaian, zat pengawet sampai dengan minyak goreng bekas tentu akan sangat berbahaya jika dikonsumsi secara terus menerus oleh anak. Penelitian yang dilakukan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Bandung pada tahun 2012 menunjukkan bahwa 17,82% jajanan disekolah-sekolah yang ada di Jawa Barat positif mengandung zat pewarna dan pengawet.
            Parahnya lagi, tidak sedikit siswa sekolah yang setiap hari mengkonsumsi jajanan berbahaya tersebut. Adapun harga yang murah ditambah kemasan yang menarik disinyalir menjadi penyebab siswa menjadi pelanggan setia jajanan tersebut. Pola hidup yang tidak sehat seperti ini tentu saja akan sangat berbahaya bagi kesehatan. Dalam jangka pendek, makanan yang tidak sehat tersebut dapat menyebabkan siswa terkena penyakit diare dan cacingan. Adapun dalam jangka panjang, penyakit gagal ginjal dan juga kanker hati siap mengintai.
            Beredarnya makanan yang tidak sehat seperti ini sejatinya disebabkan oleh lemahnya pengawasan pihak sekolah terhadap jajanan yang dijual dikantin maupun ditempat lainnya disekitar sekolah. Kondisi tersebut diperparah oleh lemahnya kesadaran siswa dalam membiasakan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan yang bergizi. Hal ini terutama terjadi pada siswa Sekolah Dasar (SD) dimana faktor harga yang murah dan kemasan yang menarik menjadi alasan yang dominan saat membeli makanan tersebut.
            Untuk menciptakan pola hidup sehat disekolah tentu saja membutuhkan kerjasama antara pihak sekolah dan juga orang tua. Jika di sekolah tidak ditemukan jajanan yang menyehatkan bagi anak, maka tidak ada alasan bagi orang tua untuk memberi anak bekal untuk jajan di sekolah. Lebih baik baik anak membawa bekal dari rumah yang terbukti higienis dan menyehatkan. Kita tentu tidak ingin anak-anak yang sedang dalam masa perkembangan menjadi terhambat karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
            Adapun bagi pihak sekolah, melakukan kampanye jajanan sehat merupakan upaya yang paling tepat untuk dilakukan. Sekolah hendaknya mampu memberikan pemahaman kepada para siswa tentang bahaya dari akibat sering mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung zat berbahaya. Selain itu, sekolah juga dapat memberikan saran kepada kantin maupun para pedagang disekitar sekolah untuk senantiasa menyediakan jajanan yang menyehatkan bagi anak-anak jika mereka tetap mau berjualan disekolah.
            Dengan adanya sinergi antara pihak sekolah dan orang tua, diharapkan kedepan tidak ada lagi anak yang sakit-sakitan karena sering mengkonsumsi jajanan yang tidak sehat. Selain itu, dengan menciptakan pola hidup sehat disekolah dan dirumah diharapkan akan memupuk kesadaran siswa akan pentingnya hidup sehat untuk masa kini dan masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar