Selasa, 25 Maret 2014

Meningkatkan Kompetensi IT Guru



Ditengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, penguasaan guru terhadap perangkat digital merupakan suatu keharusan. Sebagai negara dengan pengguna internet ketiga terbesar didunia, Indonesia menjadi pintu gerbang strategis bagi masuknya berbagai konten yang datang dari luar. Dengan jumlah pengguna lebih dari 55,2 juta pada tahun 2011, diperlukan kompetensi yang memadai dari para pendidik kita untuk melindungi para pengguna internet yang didominasi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa tersebut dari berbagai konten yang tidak bermanfaat bahkan cenderung menjerumuskan.
            Maraknya penyalahgunaan teknologi informasi dikalangan pelajar sejatinya merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh setiap pendidik. Adanya fakta bahwa situs porno dan situs jejaring sosial merupakan situs yang paling banyak dikunjungi oleh remaja di Indonesia memaksa para guru untuk berupaya lebih keras lagi dalam membimbing anak-anaknya. Dalam hal ini peningkatan kompetensi pendidik dibidang IT menjadi hal yang tidak  bisa ditawar-tawar lagi. Guru dituntut untuk memiliki wawasan sekaligus keterampilan dibidang IT melebihi siswanya.
            Di zaman digital seperti sekarang ini, hampir mustahil kita melarang anak untuk menggunakan perangkat digital seperti smartphone maupun laptop. Hal ini dikarenakan perangkat tersebut sudah menjadi kebutuhan mereka yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-harinya. Yang harus kita lakukan adalah mengarahkan siswa untuk menggunakan perangkat digital yang mereka miliki hanya untuk hal-hal yang bermanfaat dan bukan sebaliknya. 
            Membuat blog, aktif dimedia sosial yang sering dikunjungi anak sampai dengan menampilkan bahan ajar berbasis multimedia dikelas merupakan upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk dapat berkomunikasi secara “langsung” dengan siswa. Dengan cara-cara seperti ini   guru dan siswa akan memiliki “bahasa” yang sama dalam berkomunikasi selama proses pembelajaran dikelas maupun diluar kelas.
            Untuk meningkatkan kompetensi guru dibidang IT tersebut pemerintah sebaiknya memberikan pelatihan khusus dibidang IT kepada para guru secara berkala dan berkelanjutan. Hal ini dikarenakan selama ini pelatihan-pelatihan yang difasilitasi oleh Kemdikbud kebanyakan hanya berhubungan dengan keterampilan mengelola kelas. Namun jika pemerintah “belum sanggup” untuk mengadakan pelatihan semacam ini, sekolah dapat mengambil inisiatif dengan memberdayakan guru TIK disekolah tersebut untuk memberikan pelatihan kepada semua guru yang mengajar.
            Hal ini sangat dimungkinkan mengingat guru TIK biasanya memiliki jam terbang tinggi dan kompetensi yang memadai dalam menyampaikan materi tersebut. Selain itu dengan cara seperti ini guru TIK pun akan lebih jelas posisinya dan lebih bermanfaat bagi sekolah dibandingkan dengan peran guru TIK dalam kurikulum 2013.
            Meskipun demikian yang lebih penting lagi adalah pendekatan religius  kepada anak disamping pengawasan oleh orang tua dirumah. Hal ini dikarenakan guru maupun orang tua tidak mungkin mengawasi aktivitas anak selama 24 jam. Dengan adanya sinergi antara guru dan orang tua kita berharap timbul kesadaran dari diri anak untuk senantiasa memilah mana yang pantas untuk diambiil dan mana yang harus ditinggalkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar