Senin, 12 Mei 2014

Indeks Prestasi Alumni dalam SNMPTN 2014



Dipertimbangkannya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) alumni sekolah yang saat ini sudah masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN)  sebagai faktor yang ikut menentukan kelulusan dalam SNMPTN patut kita syukuri. Hal tersebut diungkapkan oleh ketua panitia SNMPTN 2014 Ganjar Kurnia beberapa waktu yang lalu. Dengan adanya pertimbangan semacam ini, alumni sekolah yang saat ini tengah duduk di bangku kuliah dituntut untuk berprestasi demi membuka jalan bagi adik-adik kelasnya yang akan mendaftar ke PTN yang bersangkutan.
            Hal ini dikarenakan nilai raport siswa yang terpampang pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) tidak dapat dijadikan sebagai patokan untuk mengukur kemampuan akademik siswa yang sebenarnya. Banyaknya sekolah yang mengisi data tidak sesuai dengan raport menunjukkan bahwa nilai tersebut rawan terjadi kesalahan atau bahkan sengaja dimanipulasi. Sebagai catatan, tahun lalu saja sebanyak 72 sekolah yang mengisi data tidak sesuai dengan nilai raport sebenarnya, baik karena kesalahan saat pengisian maupun sengaja dimanipulasi. Akibatnya, sebanyak 10 sekolah tidak dapat diikut sertakan dalam SNMPTN undangan untuk tahun ini.
            Adapun nilai UN yang dijadikan sebagai salah satu pertimbangan dalam SNMPTN tahun ini semakin membuat proses seleksi menjadi lebih tidak objektif. Selain validatasnya dalam mengukur kemampuan anak masih diragukan serta menuai pro dan kontra hingga hari ini, kejujuran dalam proses pelaksanaannya pun masih  menjadi tanda tanya. Oleh karenanya menjadikan nilai UN sebagai salah satu pertimbangan dalam SNMPTN bukanlah kebijakan yang tepat.
            Untuk mengetahui kualitas siswa sebuah sekolah yang mendaftar pada perguruan tinggi, kita bisa melihat rekam jejak alumninya selama kuliah di perguruan tinggi tersebut. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) selama tiga semester yang diperoleh oleh mahasiswa asal sekolah yang mendaftar setidaknya memberikan gambaran akan kualitas maupun integritas almamater mereka. Hal ini dikarenakan baik atau tidaknya prestasi akademik mereka selama duduk dibangku kuliah sejatinya mencerminkan kondisi sekolah yang sebenarnya. Oleh karenanya melihat output secara langsung di lapangan tentunya akan lebih objektif dibandingkan dengan hanya melihat angka-angka yang tertulis diatas kertas. Bukankah kompetensi jauh lebih baik daripada sertifikasi ?
            Berdasarkan penjelasan tersebut, menjadikan indeks prestasi alumni sekolah sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam kelulusan SNMPTN tahun ini merupakan kebijakan yang tepat. Dengan mengenal rekam jejak mereka setidaknya kita bisa mendapatkan gambaran awal tentang kualitas generasi berikutnya yang berasal dari sekolah tersebut. Dengan begitu proses seleksi yang bertujuan untuk memilih siswa-siswa terbaik pun dapat dilaksanakan secara objektif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar