Minggu, 06 Juli 2014

Menjadikan Ramadhan Sebagai Bulan Prestasi

Bulan suci ramadhan yang masih akan kita jumpai  beberapa pekan kedepan sejatinya kita jadikan sebagai bulan yang istimewa. Adapun pengurangan jam belajar di sekolah hendaknya dimaknai sebagai kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada yang maha kuasa maupun melakukan kegiatan-kegiatan produktif lainnya.
Sejarah mencatat, tidak sedikit prestasi gemilang justru diraih oleh umat Islam (zaman Nabi Muhammad) maupun bangsa Indonesia pada saat bulan ramadhan. Peristiwa Fathul Makkah dan kemenangan kaum muslimin pada Perang Badar melawan kaum kafir yang jumlahnya berlipat ganda terjadi pada saat mereka tengah melaksanakan puasa. Begitu pula dengan proklamasi kemerdekaan republik Indonesia yang sangat bersejarah itu dilakukan pada saat bulan suci ramadhan.
Adapun untuk kondisi saat ini, berbagai prestasi seperti diatas dapat juga diraih oleh guru maupun siswa. Dalam pandangan penulis, setidaknya ada tiga hal penting yang dapat kita lakukan agar ramadhan tahun ini menjadi bulan yang lebih istimewa dari tahun-tahun sebelumnya.
Pertama, seiring diberlakukannya kurikulum baru untuk semua sekolah, setiap guru dituntut untuk menciptakan pembelajaran yang berorientasi pada siswa sesuai dengan tuntutan kurikulum baru tersebut. Merubah pola pikir dan pola kerja yang digunakan oleh para guru selama ini memang tidak mudah. Namun jika mereka berhasil melewati tantangan tersebut maka hal itu merupakan sebuah prestasi yang luar biasa.
Kedua, mengajak siswa untuk mengkhattamkan Al-Qur’an dalam waktu satu bulan penuh. Dalam hal ini sekolah bisa memberikan tugas kepada seluruh siswanya untuk membaca Al-Qur’an sebanyak satu juz setiap harinya. Dengan begitu secara tidak langsung sekolah telah berperan dalam membiasakan anak untuk senantiasa membaca Al-Qur’an.
Ketiga, pemilihan presiden yang akan berlangsung pada tanggal 9 Juli mendatang tentunya memberikan warna baru pada bulan ramadhan kali ini. Saat itu seluruh masyarakat Indonesia akan menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah dengan memilih pemimpinnya untuk lima tahun ke depan. Dalam konteks ini setiap guru diharapkan mampu untuk mengajak siswanya (yang memiliki hak pilih) agar mengedepankan rasionalitas daripada emosi pada saat memilih pemimpinnya. Dengan begitu diharapkan hanya pemimpin yang memiliki sifat jujur dan amanahlah yang pada akhirnya terpilih.
Dengan melaksanakan ketiga hal diatas, kita berharap bulan suci ramadhan kali ini benar-benar menjadi bulan yang penuh prestasi. Dengan begitu kegiatan-kegiatan tidak produktif dan membuang waktu seperti yang dilakukan oleh sebagian masyarakat kita selama ini secara perlahan dapat dikurangi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar