Selasa, 08 Juli 2014

SMA Swasta, Bangkitlah !



Tulisan berjudul “SMA Swasta, Antara Hidup dan Mati” (PR, 04/07/2014)  yang ditulis oleh Sukadi menarik untuk disimak. Artikel yang dimuat pada kolom Forum Guru tersebut seakan memberikan kesan bahwa maju atu tidaknya sekolah swasta terutama SMA, sangat bergantung pada “proteksi” dari pemerintah. Artinya, tanpa adanya perlindungan dari pemerintah, sekolah-sekolah swasta akan gulung tikar dengan sendirinya. Namun benarkah demikian ?
            Kenyataan menunjukkan, tidak sedikit sekolah-sekolah swasta di Jawa Barat justru mampu bersaing dengan sekolah-sekolah negeri dalam hal kualitas. Tanpa harus mengaharapkan “kemurahan hati” dari pemerintah, mereka mampu berdiri tegak untuk tetap memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat. Bahkan, akibat dari tingginya animo masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya, tidak sedikit dari sekolah-sekolah swasta tersebut terpaksa harus menolak sebagian calon siswa karena kapasitas yang terbatas.
            SMAIT Assyifa-Boardingschool Subang, sebuah sekolah dimana penulis pernah mengabdi adalah salah satu contoh dari sekolah swasta yang dimaksud. Setiap tahunnya sekolah ini terpaksa harus menolak ratusan calon siswa barunya dikarenakan kursi yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pendaftar. Artinya, sekolah swasta sebenarnya masih memiliki peluang untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat tanpa harus selalu bergantung pada regulasi yang dibuat oleh pemerintah.
            Adapun untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat tersebut, peningkatan kualitas layanan pendidikan menjadi sebuah keniscayaan. Untuk itu ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh sekolah swasta.
            Pertama, meningkatkan kualitas para pendidiknya dengan cara mengikutsertakan mereka dalam berbagai seminar maupun pelatihan. Hal tersebut diperlukan karena peningkatan kualitas guru akan  berbanding lurus dengan kualitas layanan pendidikan yang diberikan. Dalam hal ini sekolah dapat menggelar pelatihan tersebut secara mandiri untuk mengantisipasi minimnya program peningkatan kualitas guru yang dilaksanakan oleh pemerintah. 
            Kedua, mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh orang tua siswa. Untuk itu sekolah diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua. Berbagai program sekolah maupun persoalan yang ada hendaknya dimusyawarahkan bersama. Dengan begitu  mereka pun dapat berpartisipasi aktif demi kemajuan sekolah.
            Ketiga, membuat program unggulan. Untuk mengundang minat masyarakat agar mereka menyekolahkan putra-putrinya, sekolah swasta haruslah memiliki program unggulan yang membedakan dirinya dengan sekolah-sekolah lainnya. Kemampuan berbahasa asing, hafalan Al-Qur’an dan keterampilan di bidang Teknologi Informasi (IT)  adalah beberapa pilihan yang dapat diambil oleh sekolah swasta dalam membuat diferensiasi. Dengan begitu masyarakat pun memiliki alasan yang logis dalam memilih sekolah tersebut.
            Berdasarkan gambaran diatas, penulis yakin bahwa sekolah swasta akan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah negeri jika berbagai upaya tersebut dilakukan secara konsisten. Dengan begitu mereka pun akan mampu berdiri dengan kaki sendiri tanpa harus selalu berlindung dibawah ketiak pemerintah.(Dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat, Edisi 08 Juli 2014)

1 komentar: