Jumat, 04 Juli 2014

Tindak Tegas Pelajar Pembajak Truk !



Maraknya aksi penghentian paksa mobil-mobil bak terbuka maupun truk oleh segerombolan pelajar agar mereka diberikan tumpangan gratis seharusnya menjadi perhatian orang tua maupun pihak sekolah. Perbuatan “brutal” yang dapat mengancam keselamatan jiwa mereka maupun sang pengemudi tersebut sudah saatnya kita hentikan. Akibat kebiasaan menyimpang tersebut, salah seorang pelajar SMP di kabupaten Subang dimana penulis saat ini mengabdi, terpaksa harus meregang nyawa akibat terlindas roda belakang truk saat yang bersangkutan mencoba naik ke atas truk yang tengah berjalan.
            Namun demikian, kejadian tersebut ternyata tidak membuat pelajar lainnya jera. Hampir setiap hari penulis masih menemukan sekolompok pelajar yang “rela” mempertaruhkan nyawanya untuk menghentikan truk-truk yang tengah melaju kencang dengan sengaja berdiri ditengah jalan. Dalam kondisi seperti ini, para sopir truk pun biasanya tidak punya pilihan lain selain mengalah dengan menepi ke pinggir jalan. Akibatnya, perjalanan mereka pun menjadi terganggu. Bahkan, tak jarang mereka harus memutar arah akibat paksaan dari sekelompok pelajar yang tengah mabuk.
            Menyikapi maraknya aksi “pembajakan”  tersebut,  aparat kepolisian diharapkan dapat bertindak tegas terhadap para pelaku. Razia yang dilakukan oleh aparat hendaknya tidak hanya sebatas pada pemeriksaan surat-suart kendaraan saja, namun juga orang-orang yang menumpang dalam kendaraan tersebut. Secara aturan, mobil-mobil bak terbuka tentunya hanya diperbolehkan untuk mengangkut barang dan bukan untuk membawa manusia, terlebih mereka yang menumpang dengan cara memaksa.
            Adapun sekolah sejatinya mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan benar-benar melakukan kampanye berkendara yang baik dan benar di jalan. Berdasarkan pengamatan penulis, kampanye keselamatan berlalu lintas yang dilakukan di sekolah-sekolah selama ini hanya sebatas topeng bagi para produsen motor untuk mempromosikan produk terbaru mereka. Akibatnya, sepulang sekolah anak pun uring-uringan kepada orang tuanya karena ingin dibelikan motor baru.
            Selain aparat dan pihak sekolah, yang tak kalah pentingnya adalah peran orang tua di rumah dalam mengawasi seluruh kegiatan anaknya. Dalam hal ini orang tua diharapkan senantiasa menjaga komunikasi dengan wali kelas untuk mengetahui apa saja yang dilakukan anaknya selama di sekolah dan sewaktu pulang dari sekolah.  Selain itu orang tua hendaknya mampu memberikan contoh yang baik kepada anaknya dalam hal berkendara. Banyaknya orang tua yang membiarkan anaknya mengendarai sepeda motor sekalipun belum memiliki SIM merupakan tindakan yang tidak bijak.
            Dengan adanya kerjasama diantara ketiga pihak tersebut kita berharap kedepan tidak ada lagi tunas-tunas bangsa yang harus mati konyol akibat dari perbuatan nekat mereka. Selain itu dengan adanya ketegasan dari pihak aparat, para pengguna jalan pun dapat merasakan kenyamanan selama perjalanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar