Minggu, 31 Agustus 2014

Ihwal Penambahan Jam Belajar

Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menambah jam belajar siswa pada seluruh jenjang sekolah sebagai dampak diberlakukannya kurikulum baru menimbulkan pro dan kontra di kalangan orangtua dan guru. Kebijakan tersebut dianggap akan menambah beban guru yang mengajar serta dikhawatirkan akan membuat anak menjadi jenuh dalam belajar. Kemdikbud sendiri beralasan, penambahan jam belajar tersebut bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan sekaligus membentuk karakter peserta didik.
            Dalam pandangan penulis, apa yang dilakukan oleh Kemdikbud tersebut merupakan kebijakan yang tepat. Penambahan waktu belajar siswa di sekolah tentunya akan memberikan  dampak positif jika dikelola dengan baik. Selain dapat menambah pengetahuan siswa, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu melindungi siswa dari berbagai kebiasaan negatif seperti  tawuran maupun pergaulan bebas sebagaimana selama ini terjadi. Selain itu dengan tinggal lebih lama di sekolah, hubungan emosional yang baik antara guru dan siswa pun akan lebih mudah terbangun.
            Adanya pendapat yang mengatakan bahwa penambahan jam belajar akan menimbulkan kejenuhan pada siswa patut kita pertanyakan. Kejenuhan yang dialami oleh siswa bukanlah disebabkan oleh lamanya waktu belajar, melainkan karena penyampaian materi pembelajaran yang terkesan monoton. Artinya, metode mengajar yang digunakan oleh guru di kelas akan sangat berpengaruh terhadap minat belajar siswa. Dalam hal ini setiap guru ditantang untuk menciptakan proses pembelajaran yang menarik.       
            Meskipun demikian pemerintah pun hendaknya tidak menutup mata terhadap kondisi guru di lapangan. Penambahan jam bekajar hendaknya disesuaikan dengan jumlah guru yang tersedia serta beban mengajarnya. Memaksa mereka yang memiliki jam mengajar padat untuk kemudian menambahnya tentu bukanlah kebijakan yang tepat. Hal ini dikarenakan tugas seorang guru tidak sebatas mengajar di dalam kelas. Merencanakan pembelajaran dan melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang dilakukan  adalah tugas yang cukup menguras energi dan waktu. Selain itu evaluasi terhadap peserta didik pun merupakan bagian penting yang tak terpisahkan dari sebuah proses pembelajaran.

            Berdasarkan beberapa pertimbangan diatas, tak ada alasan bagi guru maupun orangtua untuk menolak kebijakan  penambahan jam belajar tersebut. Berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas peserta didik hendaknya kita dukung penuh. Dalam hal ini sekolah dan orangtua diharapkan mampu bersinergi dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.  Dengan begitu program pemerintah untuk melahirkan generasi emas seperti yang dicita-citakan pun dapat terwujud. (Dimuat di Harian Umum Republika, Edisi 31 Agustus 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar