Jumat, 12 September 2014

Ekstrakurikuler Berorientasi Prestasi

Untuk mewadahi minat dan potensi non akademik siswa, sekolah biasanya mengadakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dipilih salah satunya. Mulai dari ekskul yang berorientasi pada  kesenian (menari, melukis), olahraga (futsal, basket) sampai dengan ekskul yang bertujuan untuk mengasah kemampuan menulis siswa seperti jurnalistik. Semua kegiatan ekskul tersebut dilakukan setiap pekan dan berada dibawah kordinasi bidang kesiswaan.
            Sayangnya belum banyak sekolah yang benar-benar memanfaatkan program ekstrakurikuler tersebut sebagai sarana untuk meraih prestasi. Kebanyakan sekolah masih memandang ekstrakurikuler sebagai kegiatan rutin yang harus ada untuk melengkapi laporan kinerja bidang kesiswaan. Akibatnya, dana kegiatan yang disediakan pun menjadi tidak optimal pemanfaatannya. Selain itu tidak sedikit kegiatan ekskul yang “mati suri” akibat ditinggalkan oleh peminatnya maupun karena tidak tertangani oleh guru pembinanya.     
            Persoalan lain yang dihadapi oleh sekolah sulitnya mencari siswa yang siap diutus untuk mengikuti berbagai perlombaan. Akibatnya,  kebiasaan asal cabut “pemain” pun dilakukan sekedar untuk menunjukkan partisipasi sekolah. Alhasil, sekolah pun tidak mampu menunjukkan “taringnya” di hadapan sekolah lain karena persiapan yang sangat mendadak.  Sekolah hanya berperan sebagai “tim penggembira” sekaligus penonton disaat sekolah lain mendapatkan piala.
            Agar kegiatan ekskul tersebut dapat benar-benar dirasakan manfaatnya, sekolah diharapkan mampu mengadakan program dengan berorientasi pada prestasi yang akan diraih. Adapun siswa yang mengikuti ekskul tersebut hendaknya benar-benar disiapkan untuk mengikuti berbagai kompetisi yang biasa digelar setiap tahun. Oleh karenanya, bagi ekskul tertentu diperlukan seleksi agar siswa yang terjaring benar-benar siswa yang memenuhi persyaratan. Misalnya saja, untuk ekskul basket, alangkah baiknya Pembina ekskul hanya menerima siswa yang secara fisik sangat mendukung. Hal tersebut diperlukan agar tim yang akan dilatih benar-benar mampu mempersembahkan penampilan terbaiknya.
            Selain berorientasi pada prestasi yang diraih melalui sebuah kompetisi, kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan oleh sekolah juga hendaknya mampu meraih prestasi dalam bentuk pemberian bekal kecakapan hidup bagi peserta didiknya. Ekskul design grafis maupun ekskul pemrograman komputer terntunya akan memberikan bekal bagi siswa saat mereka terjun ke masyarakat.  Jika ditekuni dengan serius, tidak mustahil kedua ekskul tersebut akan mampu memberikan bekal bagi siswa untuk menghidupi dirinya.

            Dengan merancang kegiatan ekstrakurikuler yang berorientasi pada pencapaian prestasi, kita berharap siswa maupun sekolah akan benar-benar merasakan manfaat dari adanya kegiatan tersebut. Dengan begitu besarnya dana yang biasa dikeluarkan untuk membiayai berbagai kegiatan ekskul tersebut dapat digunakan secara optimal. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar