Rabu, 29 Oktober 2014

Mencetak Generasi Emas Melalui Pembelajaran Berbasis TIK

Pembelajaran berbasis digital sebagai konsekuensi logis dari pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) nampaknya menjadi hal yang tak terhindarkan. Dalam hal ini sekolah dituntut untuk terus berbenah agar mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya. Ketersediaan sarana secara memadai merupakan syarat mutlak terciptanya pembelajaran yang berkualitas. Selain itu (peningkatan) kompetensi pendidik di bidang IT pun menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam upaya mendidik generasi digital (digital natives) yang akan mengisi ruang-ruang kelas  masa kini dan masa yang akan datang.
            Terlepas dari berbagai persoalan yang menyelimuti kurikulum baru, pembelajaran berbasis TIK merupakan sebuah keniscayaan. Hal ini dikarenakan karakteristik peserta didik saat ini sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Bagi generasi digital, materi pelajaran akan lebih mudah dicerna jika disampaikan secara visual melalui peralatan multimedia. Metode konvensional seperti ceramah yang terkesan monoton hanya akan membuat mereka cepat bosan dan pada akhirnya tidak lagi memiliki motivasi untuk belajar.       
            Memanfaatkan TIK dalam proses pembelajaran memang akan memberikan banyak manfaat bagi guru maupun peserta didik. Pembelajaran akan lebih efektif karena materi dapat lebih mudah diserap oleh peserta didik. Selain itu guru pun akan lebih efisien dalam menyampaikan materi karena bahan ajar tidak lagi berbentuk kertas yang hanya akan menciptakan pemborosan namun divisualisasikan dalam bentuk tampilan yang menarik. Di samping itu proses evaluasi pun akan lebih mudah karena menggunakan perangkat lunak (software) khusus yang diciptakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam menangkap materi yang telah diajarkan. Dengan menggunakan fasilitas online test, siswa dapat mengetahui hasil ujian mereka secara langsung tanpa harus menunggu guru untuk memeriksanya.
            Meskipun demikian, melaksanakan pembelajaran berbasis TIK bukannya tanpa kendala. Tidak meratanya ketersediaan sarana seperti laboratorium komputer serta sara penunjang lainnya seakan menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan kemampuan dana yang dimiliki oleh masing-masing sekolah serta political will dari pucuk pimpinan sekolah yang bersangkutan untuk   senantiasa beradaptasi sesuai dengan tuntutan zaman. Untuk itu kepala sekolah pun diharapkan lebih kreatif dalam upaya menyediakan sarana  yang dibutuhkan. Dalam hal ini sekolah dapat menjalin kemitraan dengan lembaga atau badan lain dengan tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan. Banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) hendaknya benar-benar dimanfaatkan oleh sekolah.
            Tantangan lain yang harus dihadapi oleh sekolah dalam melaksanakan pembelajaran berbasis TIK adalah kondisi infrastruktur daerah secara umum. Terbatasnya akses internet bagi sekolah-sekolah tertentu yang terletak “jauh dari peradaban” seakan menjadi permasalahan lain dalam upaya mempersembahkan pembelajaran yang berkualitas sesuai kebutuhan generasi digital. Dalam hal ini dibutuhkan dukungan pemerintah daerah setempat serta kementrian terkait (Kemkominfo) untuk memberikan layanan khusus bagi sekolah-sekolah yang terletak di pedalaman tersebut. Dengan demikian, kesenjangan akses informasi antar daerah pun dapat dikurangi seminimal mungkin.
            Selain kedua hal diatas, tidak meratanya kemampuan guru dalam menggunakan peralatan digital menjadi persoalan lain yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu, setiap pendidik didorong untuk senantiasa meningkatkan kemampuan IT nya secara terus menerus. Untuk itu sekolah diharapkan mampu untuk memberikan dukungan bagi para gurunya dalam bentuk pelaksanaan kegiatan – kegiatan yang mengarah pada peningkatan kompetensi guru di bidang IT. Dalam hal ini guru TIK yang saat ini telah berganti “jubah” memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan kompetensi guru lainnya di sekolah. Selain itu sekolah pun dapat bekerjasama dengan lembaga lain maupun mengundang pakar IT untuk memberikan pelatihan di sekolah secara berkala.

            Mengingat pentingnya pembelajaran berbasis TIK dalam mendidik generasi digital, dukungan berbagai pihak dalam menyelesaikan berbagai kendala seperti yang penulis gambarkan di atas sangat diharapkan. Dalam hal ini pemerintah pusat, pemerintah daerah serta sekolah hendaknya bahu membahu untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakatnya. Kebijakan terkait anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah (daerah) dalam mendukung terlaksananya pembelajaran berbasis TIK akan sangat membantu para guru dalam menjalankan aktivitasnya.  Dengan demikian generasi emas seperti yang dicita-citakan pun dapat segera terwujud.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar