Kamis, 30 Oktober 2014

Meningkatkan Daya Saing Sekolah Swasta

Salah satu persoalan besar yang sering dihadapi oleh sekolah – sekolah swasta adalah kekurangan peserta didik. Minimnya jumlah pendaftar seakan menjadi “penyakit menahun” yang diderita setiap menjelang tahun ajaran baru. Adapun kebijakan sekolah-sekolah negeri yang sering menerima murid baru melebihi kapasitas yang tersedia, disinyalir sebagai penyebab utamanya.  Selain itu sikap pemerintah yang terkesan menutup mata terhadap berbagai pelanggaran selama proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), mengakibatkan kondisi sekolah-sekolah swasta menjadi “mati suri”.
            Menyikapi kondisi semacam ini, mengharapkan pemerintah akan memberikan perlindungan terhadap eksistensi sekolah swasta nampaknya tindakan yang sia-sia.  Sekolah swasta seharusnya bangkit dari keterpurukan ini dengan berusaha untuk berdiri dengan kaki sendiri. Adapun peningkatan kualitas layanan pendidikan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi. Oleh karenanya, meningkatkan daya saing diantara sekolah-sekolah lainnya merupakan sebuah keniscayaan.
            Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh sekolah swasta dalam rangka mengundang minat orangtua agar mau menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah mereka. Pertama, meningkatkan kualitas para pendidiknya dengan cara mengikutsertakan mereka dalam berbagai seminar maupun pelatihan. Hal tersebut diperlukan karena peningkatan kualitas guru akan  berbanding lurus dengan kualitas layanan pendidikan yang diberikan. Dalam hal ini sekolah dapat menggelar pelatihan tersebut secara mandiri untuk mengantisipasi minimnya program peningkatan kualitas guru yang dilaksanakan oleh pemerintah. 
            Kedua, mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh orang tua siswa. Untuk itu sekolah diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua. Berbagai program sekolah maupun persoalan yang ada hendaknya dimusyawarahkan bersama. Dengan begitu  mereka pun dapat berpartisipasi aktif demi kemajuan sekolah.
            Ketiga, membuat program unggulan. Untuk mengundang minat masyarakat agar mereka menyekolahkan putra-putrinya, sekolah swasta haruslah memiliki program unggulan yang membedakan dirinya dengan sekolah-sekolah lainnya. Kemampuan berbahasa asing, hafalan Al-Qur’an dan keterampilan di bidang Teknologi Informasi (IT)  adalah beberapa pilihan yang dapat diambil oleh sekolah swasta dalam membuat diferensiasi. Dengan begitu masyarakat pun memiliki alasan yang logis dalam memilih sekolah tersebut.
            Keempat, menjalin kemitraan dengan lembaga lain. Partisipasi masyarakat maupun lembaga di luar sekolah tentunya akan sangat mendukung terhadap kemajuan sekolah. Dalam hal ini sekolah dapat melakukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang dianggap potensial. Perusahaan besar biasanya memiliki dana sosial cukup besar yang biasa digunakan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR). Sekolah dapat mengajukan dana tersebut untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran.
            Kelima, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi (IT). Salah satu indikator sekolah berkualitas adalah sejauh mana mereka mampu memberikan  kemudahan akses terhadap informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat khususnya orangtua siswa.  Berbagai program maupun kegiatan  sekolah hendaknya dipublikasikan kepada masyarakat luas agar lebih dikenal.  Selain itu data-data yang berkaitan dengan siswa seperti nilai akademik maupun kehadiran siswa hendaknya dapat diakses dengan mudah oleh orangtua. Oleh karenanya setiap sekolah  diharapkan memiliki website yang dikelola dengan baik oleh guru yang kompeten.
            Berdasarkan gambaran diatas, penulis yakin bahwa sekolah swasta akan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah negeri jika berbagai upaya tersebut dilakukan secara konsisten. Dengan begitu mereka pun akan mampu berdiri dengan kaki sendiri tanpa harus selalu bergantung pada “uluran tangan” pemerintah. (Dimuat di Surat Kabar Siap Belajar Edisi Awal Oktober 2014)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar