Selasa, 11 November 2014

BOS dan Peningkatan Kualitas Pendidikan




Kebijakan pemerintah menaikkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Sekolah Dasar (SD) yang saat ini Rp. 580.000 menjadi Rp. 800.000 per tahun patut kita syukuri. Keputusan tersebut setidaknya membuktikan bahwa di akhir masa jabatannya, pemerintah tetap memberikan perhatian pada pendidikan dasar sebagai pondasi penting yang akan menentukan keberlangsungan proses pendidikan pada jenjang selanjutnya. Sebagai seorang guru SD yang mengenal betul seluk beluk kebutuhan di lapangan, penulis pun mengakui bahwa peningkatan dana bantuan tersebut akan sangat berarti dalam memenuhi kebutuhan operasional sekolah. Namun demikian, apakah peningkatan dana BOS tersebut akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan secara umum ?
Keberhasilan dana BOS dalam mendongkrak kualitas pendidikan di tanah air pada dasarnya ditentukan oleh tiga hal. Pertama, kemampuan manajerial seorang kepala sekolah dalam mengelola dana bantuan yang diterimanya. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai pimpinan lembaga dituntut untuk mampu menggunakan dana bantuan pemerintah tersebut sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pemerintah memang menyertakan panduan tentang penggunaan dana BOS tersebut. Namun demikian, kejelian serta sikap bijak pimpinan lembaga dalam menyusun prioritas kebutuhan di lapangan akan sangat menentukan efektivitas penggunaan dana BOS.
Kedua, pengawasan optimal terhadap penggunaan dana BOS. Untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran, pengawasan secara maksimal sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh pemerintah sebagai pemberi bantuan. Orangtua pun diharapkan aktif dalam mengontrol penggunaan anggaran tersebut melalui keikutsertaan mereka dalam komite sekolah. Terjadinya kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah membuktikan bahwa dana BOS memang rawan untuk disalahgunakan.
Ketiga, partisipasi siswa untuk tetap melanjutkan pendidikannya. Dana BOS yang diberikan kepada siswa Sekolah Dasar akan benar-benar bermanfaat apabila mereka bersedia melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam hal ini sekolah diharapkan mampu meyakinkan para orangtua bahwa melanjutkan proses pendidikan ke jenjang selanjutnya sangat penting bagi masa depan anak. Masih ditemukannya beberapa orangtua yang “memaksa” anaknya untuk berhenti belajar dan membantu mereka bekerja merupakan PR besar bagi sekolah maupun pemerintah untuk menyadarkannya.
Dengan memperhatikan ketiga hal di atas, diharapkan penggunaan dana BOS dapat lebih tepat sasaran. Dengan demikian, besarnya anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut benar-benar berimplikasi positif pada peningkatan kualitas pendidikan di tanah air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar