Senin, 03 November 2014

Menjadi Guru Eksis dan Narsis, Kenapa Tidak ?

Bagi kalangan guru maupun akademisi, menulis artikel di media massa nampaknya telah menjadi sebuah kebutuhan. Selain dijadikan salah satu dasar dalam Penilaian Kinerja Guru (PKG) berdasarkan Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010, eksisnya guru di media massa menunjukkan bahwa yang bersangkutan benar-benar memahami dunia pendidikan yang menjadi bidang kerjanya. Di samping itu besarnya honor yang dapat diterima untuk tiap tulisan yang berhasil dimuat, menjadi alasan lain bagi guru untuk rajin mengirimkan tulisan yang berkualitas.
            Membuat sebuah tulisan yang layak diterbitkan di media massa memang tidaklah mudah.  Diperlukan kepekaan yang tinggi dalam menangkap isu-isu aktual yang tengah hangat diperbincangkan. Selain itu penyampaian ide atau gagasan pun hendaknya dilakukan secara sistematis dan terstruktur sehingga tulisan yang dibuat mudah untuk dibaca. Tak hanya itu, bahasa yang digunakan pun sebaiknya lebih komunikatif. Hal tersebut perlu dilakukan guna menghindari  “jarak” antara penulis dengan para pembacanya.  
            Untuk mengetahui tema apa yang sedang ramai diperbincangkan, guru sebaiknya rajin membaca surat kabar yang memuat berita seputar dunia pendidikan. Rubrik Didaktika yang terdapat pada Harian Umum Republika dapat dijadikan rujukan oleh para guru dalam membuat tulisan. Selain itu mereka pun diharapkan aktif dalam diskusi online yang diselenggarakan oleh berbagai komunitas guru. Dengan begitu tulisan yang dihasilkan pun akan lebih “berisi”.
            Adapun bagi mereka yang kurang memiliki pengetahuan tentang teknik penulisan artikel di media massa, mengikuti  berbagai pelatihan menulis dapat dijadikan jalan untuk mengatasi kendala tersebut. Pelatihan penulisan artikel di media massa untuk guru yang biasa digelar oleh insan pers sejatinya merupakan kesempatan emas yang tidak seharusnya disia-siakan. Kegiatan yang diperuntukkan bagi para guru dan akademisi tersebut diharapkan mampu membantu para peserta dalam menghancurkan “tembok besar” yang selama ini menghalangi mereka untuk dapat menulis. Selain itu mengikuti setiap tulisan yang terdapat pada kolom Guru Menulis di Harian Umum Republika pun dapat membantu guru dalam menemukan pola penulisan artikel sesuai dengan yang diinginkan oleh media massa.
            Melihat begitu pentingnya kemampuan menulis di media massa saat ini, tidak ada alasan bagi guru untuk tidak berusaha membuat tulisan yang benar-benar layak dibaca oleh khalayak ramai. Berbagai kendala yang dihadapi selama proses penulisan hendaknya dipandang sebagai tantangan dan bukan halangan. Oleh karena itu, konsistensi dalam menulis serta mempelajari teknik penulisan artikel yang baik merupakan hal yang harus dilakukan oleh guru.  Dengan demikian guru pun akan mampu menjaga eksistensinya dan dapat memberikan inspirasi bagi orang banyak terutama rekan seprofesinya. (Dimuat di Harian Umum Republika, 03 November 2014)
           
           

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar