Senin, 19 Januari 2015

Menyambut Ujian Nasional Online


Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) secara online kembali diwacanakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Jika tak ada alang merintang, UN online ini akan dilaksanakan mulai tahun 2016 mendatang. Berbagai persiapan pun tengah dilakukan oleh Kemendikbud untuk menyukseskan hajatan tahunan yang selalu menyita perhatian media maupun masyarakat tersebut. Semua itu dilakukan untuk memperbaiki berbagai kelemahan pada UN yang dilaksanakan secara manual. Besarnya biaya yang diperlukan untuk menggandakan soal serta pengamanannya merupakan kelemahan paling utama yang paling dirasakan.
Terobosan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan layanan pendidikan ini patut kita apresiasi. Bila perlu, pemerintah daerah pun hendaknya berpartisipasi aktif membantu pelaksanaannya terutama dalam hal penyediaan infrastruktur. Hal ini dikarenakan UN online tersebut akan sulit dilaksanakan tanpa adanya peran serta pemerintah daerah. Saat ini tercatat baru 500 sekolah di seluruh Indonesia yang benar-benar siap untuk menggelar UN secara online. Jumlah tersebut tentunya masih jauh dibandingkan dengan jumlah sekolah yang ada di setiap daerah.
Ada beberapa keuntungan jika UN online ini dapat benar-benar terlaksana. Pertama, ujian yang dilakukan secara online mampu menghemat anggaran hingga 50 persen. Dengan demikian, anggaran yang tadinya diperuntukkan untuk biaya penggandaan dan pengamanan soal, dapat dialokasikan untuk keperluan lain yang lebih penting seperti pelaksanaan program peningkatan kompetensi maupun kesejahteraan guru.
Kedua, ujian yang dilakukan secara online tentunya akan lebih ramah dengan lingkungan karena tidak perlu menggunakan kertas. Selain itu evaluasi pembelajaran seperti ini diharapkan mampu memberikan motivasi bagi sekolah untuk mewujudkan sekolah tanpa kertas. Pesatnya perkembangan teknologi informasi sangat mendukung sekolah untuk mewujudkan hal tersebut.
Ketiga, ujian yang dilaksanakan secara online memungkinkan siswa dapat mengetahui nilai ujiannya sesaat setelah mereka menyelesaikan seluruh soal. Meskipun demikian pemerintah pun belum memutuskan apakah hasil ujian nasional online tersebut dapat langsung dilihat atau tidak tergantung pada kebijakan nanti di lapangan. Akan tetapi secara teknis hal tersebut sangat mungkin dilakukan.
Selain berbagai kelebihan yang disebutkan diatas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika UN online ini akan benar-benar diterapkan di seluruh Indonesia. Pertama, kesiapan infrastruktur tentunya akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program. Realita di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua sekolah memiliki peralatan komputer dalam jumlah yang memadai. Untuk mengantisipasi hal ini pemerintah pusat hendaknya mampu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal penyediaan infrastruktur.
Kedua, akses internet yang memadai merupakan syarat mutlak terlaksanaya ujian secara online. Kita tentu tidak ingin siswa kehabisan waktu untuk mengerjakan soal hanya karena lambatnya akses internet. Dalam hal ini Kemdikbud bisa bekerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi untuk membuat jaringan khusus bagi sekolah.
Ketiga, tingkat keamanan server menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pelaksanaan UN online ini. Memastikan server pusat aman dari para peretas (hacker) adalah tugas berat dari panitia penyelenggara. Hal ini dikarenakan di dalam dunia maya tidak ada sistem yang mampu menjamin kemanan data secara sempurna. Selalu ada celah bagi mereka yang selalu berusaha untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Untuk itu bekerja sama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) sangat mungkin dilakukan oleh Kemdikbud.
Dengan melakukan berbagai langkah seperti yang penulis sebutkan di atas, diharapkan Ujian Nasional secara online tersebut dapat terlaksana dengan baik di lapangan. Dengan demikian, stigma negatif tentang Ujian Nasional yang sudah terlanjur tertanam dalam benak masyarakat kita pun secara perlahan dapat terhapus. (Dimuat di Harian Umum Republika, 14 Januari 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar