Kamis, 01 Januari 2015

Pentingnya Pendidikan Mitigasi Bencana


Bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah nusantara akhir-akhir ini hendaknya menjadi perhatian kita sebagai pendidik. Banyaknya warga yang menjadi korban saat bencana tersebut terjadi, sejatinya disebabkan oleh ketidaksiapan mereka dalam menghadapinya. Selain itu kelalaian mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan tak jarang menjadi pemicu terjadinya bencana (alam). Banjir di ibu kota yang terjadi setiap tahun pada dasarnya tidak serta merta diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi. Hal tersebut merupakan akibat dari kebiasaan warga membuang sampai ke sungai serta akibat dari “hobi” para pengusaha yang menjadikan daerah resapan air menjadi pemukiman maupun kawasan industri.
Bencana alam pada dasarnya tidak dapat dihindari oleh manusia. Yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan diri saat bencana tersebut terjadi. Oleh karena itu, pendidikan mitigasi bencana sejak dini nampaknya menjadi suatu keharusan. Selain diharapkan dapat mencegah terjadinya dampak yang lebih besar, melalui cara ini jumlah korban jiwa dapat dikurangi jika bencana tersebut benar-benar terjadi.
Pendidikan mitigasi bencana sebenarnya telah dicetuskan pada tahun 2012 yang lalu melalui program sekolah aman. Adapun yang dijadikan pedomannya adalah Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 4 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah / Madrasah Aman dari Bencana. Melalui pendidikan mitigasi bencana, sekolah diharapkan dapat berperan aktif dalam penanggulangan setiap bencana yang terjadi. Adapun dalam pelaksanaanya sekolah bisa mengembangkan konsep pendidikan tersebut sesuai dengan kondisi daerahnya masing-masing.
Bagi daerah yang dekat dengan pegunungan seperti kabupaten Karo dan Kediri, persiapan menghadapi bencana gunung meletus tentunya sangat relevan. Adapun bagi warga yang tinggal didaerah rawan banjir seperti kabupaten Bandung dan sebagian wilayah DKI Jakarta, persiapan penanggulangan banjir menjadi materi yang sangat penting untuk disampaikan. Selain itu simulasi penanggulangan bencana dengan melibatkan seluruh siswa pun perlu dilakukan.
Selain melalui program Sekolah Aman, pendidikan mitigasi bencana sejak dini dapat dilakukan melalui penanaman pendidikan karakter dalam mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Pelajaran PLH hendaknya tidak hanya mampu memberikan pengetahuan kepada siswa tentang bagaimana cara menjaga kelestarian lingkungan namun juga mampu menjadikan anak sebagai pribadi yang selalu siap berada di garda terdepan dalam upaya melestarikan lingkungannya.
Melalui pendidikan mitigasi bencana seperti ini kita berharap terwujudnya masyarakat yang sadar akan bencana sehingga berbagai dampak yang diakibatkan oleh bencana dapat diminimalisir.(Dimuat di Harian Umum Republika, 31 Desember 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar