Jumat, 13 Februari 2015

Optimalkan Penilaian Kinerja Guru



Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang saat ini tengah dilaksanakan oleh sekolah-sekolah sejatinya dimanfaatkan oleh para guru untuk mengukur sejauh mana kualitas proses pembelajaran yang selama ini dilaksanakan. Kegiatan yang didasarkan pada  Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010  dan PAN-RB Nomor 16 Tahun 2009  tersebut, hendaknya dipandang sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja guru di masa yang akan datang.
            Adapun beberapa aspek yang menjadi sasaran PKG tersebut antara lain : perangkat pembelajaran (silabus, RPP, KKM), metode dan strategi mengajar, evaluasi hasil belajar serta pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Keempat aspek tersebut hendaknya  menjadi perhatian utama kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran. Dalam hal ini memenuhi berbagai kebutuhan yang dimiliki oleh guru untuk keperluan pembelajaran merupakan suatu keniscayaan. Hal ini dikarenakan kegiatan evaluasi tersebut pada akhirnya akan bermuara pada evaluasi kinerja pimpinan lembaga. Bagi seorang guru tidaklah mungkin menggunakan bahan ajar multimedia jika sekolah tidak memfasilitasinya.
            Namun demikian, dalam pelaksanaannya program PKG yang diharapkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran itu tidak selalu berjalan mulus. Masih adanya beberapa guru yang “enggan” untuk dievaluasi menjadikan kegiatan PKG ini tidak maksimal. Kegiatan yang dilaksanakan secara berkala tersebut tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengetahui apa saja yang belum  dilakukan oleh guru dalam melaksanakan tugasnya. Evaluasi yang dilakukan oleh kepala sekolah masih dianggap sebagai beban  dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Akibatnya, penampilan terbaik saat mengajar pun mereka tunjukkan hanya pada saat supervisi kepala sekolah.
            Program penilaian kinerja guru sejatinya merupakan upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran disekolah. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, sekolah maupun dinas terkait akan memiliki data tentang  sejauh mana kinerja maupun kompetensi yang dimiliki oleh para guru dalam mengajar. Data tersebut kemudian dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam mengeluarkan berbagai kebijakan strategis untuk meningkatkan kinerja para guru. Oleh karena itu, evaluasi tersebut hendaknya dilakukan secara objektif tanpa memperhatikan “kedekatan” guru dengan pimpinan lembaga. 
            Berdasarkan penjelasan di atas, sudah selayaknya setiap guru memanfaatkan  program PKG ini dengan sebaik-baiknya. Hasil PKG pada dasarnya merupakan “cermin” bagi guru untuk dapat melihat dengan jelas berbagai kelebihan maupun kekurangan yang dimilikinya. Dengan demikian, guru pun akan mampu memperbaiki segala kekurangan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran agar lebih berkualitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar