Senin, 03 Agustus 2015

Pentingnya Membuat Penelitian Tindakan Kelas



Performa yang ditunjukkan oleh guru saat berada di dalam kelas sejatinya menentukan sejauh mana kualitas output yang akan dihasilkan. Dalam hal ini penguasaan guru terhadap 4 kompetensi dasar (kepribadian, pedagogis, profesional dan sosial) sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang ditetapkan, merupakan sebuah keniscayaan. Agar dapat menyelenggarakan proses pembelajaran yang berkualitas, guru diharapkan mampu melakukan berbagai inovasi yang berkaitan langsung dengan metode mengajar maupun evaluasinya.  Adapun  membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu jalan yang dapat ditempuh oleh guru untuk dapat melahirkan berbagai inovasi yang dimaksud.
            Penelitian Tindakan Kelas atau yang dikenal dengan istilah Classroom Action Research pada dasarnya merupakan penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Adapun tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui kekurangan maupun permasalahan yang dihadapi saat guru berinteraksi dengan peserta didiknya. Hasil dari penelitian tersebut kemudian akan dijadikan bahan evaluasi bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilaksanakannya.
            Beberapa faktor seperti tata ruang dan ukuran kelas, latar belakang sosial siswa serta sarana pembelajaran yang dimiliki oleh sekolah merupakan bagian penting yang dijadikan objek dalam PTK. Ketiga hal tersebut akan menentukan strategi maupun metode yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Artinya, cara guru dalam mengelola kelasnya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya. Dengan demikian, guru pun dapat merasakan sendiri apakah kegiatan pembelajaran yang dilakukannya benar-benar (telah) berdampak positif terhadap hasil belajar siswa ataukah sebaliknya.
            Sayangnya, hanya sebagian kecil saja dari para guru kita yang benar-benar menyadari pentingnya membuat PTK. Ketiadaan waktu maupun  ketidakmampuan mereka dalam menyusun PTK yang sesuai dengan sistematika yang telah ditentukan, seakan dijadikan alasan untuk tidak melaksanakan sebagian tugas pokok pendidik tersebut. Akibatnya, guru pun tidak (pernah) menhetahui apakah kegiatan pembelajaran yang selama ini dilaksanakannya benar-benar telah mencapai tujuan yang telah digariskan.
            Mengingat betapa pentingnya PTK bagi guru, penulis menghimbau agar setiap sekolah mewajibkan para gurunya untuk membuat PTK. Umpan balik dari siswa maupun guru lainnya tentunya akan menjadi masukan berharga bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas. Selain itu Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang dilakukan secara berkala pun hendaknya memberikan perhatian penuh terhadap PTK yang dibuat oleh para guru.  Dengan demikian, diharapkan akan lahir lulusan berkualitas sebagai hasil dari proses pembelajaran yang berkualitas.

1 komentar: