Minggu, 06 Maret 2016

Mengasah Kemampuan Guru Menulis



Kemampuan guru untuk menuangkan berbagai ide serta pengalamannya dalam bentuk tulisan sejatinya dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan yang semakin hari kian dinamis.  Banyaknya persoalan serta beragamnya tantangan yang harus dihadapi oleh guru saat menjalankan tugasnya, hendaknya menjadi perhatian (para) pengambil kebijakan untuk bekerja (lebih) profesional dalam mengelola salah satu aset bangsa yang sangat berharga tersebut. Adapun tulisan yang disusun oleh guru secara sistematis dan sesuai dengan kaidah yang berlaku merupakan sarana yang tepat untuk menggambarkan berbagai persoalan yang dimaksud.
            Bagi kalangan guru sendiri, menulis artikel khususnya di media massa nampaknya telah menjadi sebuah kebutuhan. Selain dijadikan salah satu dasar dalam Penilaian Kinerja Guru (PKG) berdasarkan Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010, eksisnya guru di media massa menunjukkan bahwa yang bersangkutan benar-benar memahami dunia pendidikan yang menjadi bidang kerjanya. Selain itu kemampuan guru  dalam membuat karya tulis ilmiah pun menjadi prasyarat untuk kenaikan pangkat dan golongan berdasarkan  Permen PAN-RB Nomor 16 Tahun 2009.
            Namun demikian, jumlah guru yang mau menuangkan ide-ide segarnya dalam bentuk tulisan terutama di media massa masih jauh dari harapan. Dari total sekitar 3,1 juta lebih guru yang tersebar di seluruh Indonesia, tidak lebih dari lima persennya yang berani menulis di media massa maupun mengarang sebuah buku. Padahal, budaya menulis sangat perlu untuk dikembangkan terutama oleh mereka yang berprofesi sebagai pendidik.  Berbagai persoalan terkait dunia pendidikan akan lebih mudah dicarikan solusinya apabila diutarakan dengan cara-cara yang “beradab”. Ujaran kebencian yang biasa dilontarkan oleh sebagian guru di media sosial hanya akan memperkeruh suasana dan tidak menyelesaikan persoalan.
             Adapun untuk mengasah kemampuannya dalam menulis, guru dapat mengikuti berbagai pelatihan menulis yang biasa diselenggarakan oleh insan pers maupun komunitas lainnya. Adalah Teacher Writing Camp, sebuah pelatihan menulis yang diperuntukkan bagi guru dan rutin diadakan setiap tahun. Kegiatan yang digagas oleh Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi menulis di kalangan guru.
            Berbagai materi dipaparkan dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Mulai dari menyusun karya tulis ilmiah, menulis opini di media cetak, sampai dengan menyusun sebuah buku disampaikan oleh para nara sumber yang kompeten di bidangnya. Tak heran apabila animo guru untuk mengikuti acara ini pun cukup tinggi.
            Mengingat pentingnya kemampuan menulis bagi guru, penulis mengajak kepada seluruh guru untuk senantiasa meningkatkan kompetensinya dari waktu ke waktu. Dengan membangkitkan (kembali) budaya menulis di kalangan guru, diharapkan wawasan mereka pun akan  semakin berkembang sehingga mampu memberikan spirit bagi siswanya untuk terbiasa membaca dan menulis. Dengan demikian, budaya literasi di kalangan guru yang dulu pernah terkikis pun, dapat kembali menghiasi wajah dunia pendidikan kita.(Dimuat di Koran Siap Belajar Edisi Akhir Februari 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar