Rabu, 17 Agustus 2016

Mengoptimalkan Kelompok Kerja Guru



Dinamika yang terjadi dalam dunia pendidikan sejatinya merupakan ujian bagi para guru untuk mengukur sejauh mana komitmen mereka dalam mendidik calon-calon pemimpin bangsa.  Beragam persoalan yang muncul silih berganti  pada dasarnya merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh mereka yang dipercaya untuk menunaikan tugas mulia tersebut. Dalam hal ini kemampuan guru dalam menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi akan menentukan nasib bangsa ini di masa yang akan datang. Kebijakan pemerintah yang sering kali berubah-ubah serta perbedaan karakteristik peserta didik antar generasi seakan memaksa guru untuk segera bangkit dari “zona nyaman” mereka.
            Di tengah kompleksnya permasalahan yang dihadapi, peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan menjadi sebuah keniscayaan. Tumbuhnya generasi digital (digital native) sebagai dampak dari pesatnya perkembangan teknologi informasi hendaknya disikapi guru dengan cara meningkatkan kompetensinya di bidang IT. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar mereka. Jika tidak, guru pun tidak akan mampu “berkomunikasi” dengan peserta didiknya sehingga lambat laun keberadaan mereka tidak lagi dapat dirasakan manfaatnya di dalam kelas.               
            Adapun Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan  sarana strategis yang dapat digunakan oleh guru untuk mengkaji berbagai permasalahan yang mereka hadapi saat melaksanakan tugasnya. Beragam pengalaman yang dimiliki oleh para guru saat berinteraksi dengan peserta didiknya dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota yang tergabung dalam kelompok kerja tersebut. Berbagai solusi ditawarkan untuk mengatasi persoalan yang berkaitan dengan proses pembelajaran di dalam kelas. Mulai dari membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar, menghadapi siswa yang berperilaku kurang baik, sampai dengan menciptakan suasana yang menyenangkan di dalam kelas dapat dijadikan bahan diskusi yang menarik dalam pertemuan yang dilaksanakan secara rutin tersebut.  
            Selain berfungsi sebagai forum diskusi, KKG yang beranggotakan seluruh guru Sekolah Dasar (SD) dalam satu gugus tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai “bengkel kerja” oleh para anggotanya. Menciptakan inovasi baru melalui pembuatan alat peraga sesuai dengan mata pelajaran maupun tema yang tengah disampaikan merupakan salah satu contoh dari sekian banyak kegiatan produktif yang dapat dilakukan. Selain itu pembahasan tentang cara penyusunan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan acuan kurikulum pun dapat dimasukkan sebagai salah satu program kerja utama.   
                Agar kelompok kerja yang dibentuk tersebut dapat benar-benar berjalan sebagaimana mestinya, dibutuhkan keinginan kuat dari para guru itu sendiri untuk senantiasa meningkatkan kompetensinya dalam rangka mempersembahkan pembelajaran yang bekualitas bagi peserta didiknya. KKG hendaknya tidak dimaknai sebatas ajang silaturahmi antar guru dalam satu gugus demi mencari informasi yang berkaitan dengan sertifikasi, inpassing maupun kenaikan tingkat sebagaimana yang selama ini ada. Sebaliknya, melalui KKG diharapkan akan tumbuh budaya mutu di kalangan guru yang pada akhirnya akan berdampak pada meningkatnya prestasi akademik serta membaiknya perilaku siswa. (Dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat, Edisi 06 Agustus 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar