Rabu, 12 Juli 2017

Dunia Belum Runtuh Meskipun Tak Masuk Negeri



Orangtua perlu menghilangkan “negeri minded” untuk keberlangsungan sekolah anak-anaknya. Banyaknya sekolah swasta yang tak kalah berkualitas dalam memberikan layanan pendidikan seharusnya disadari orangtua saat anak mereka tidak berhasil meraih tiket di sekolah negeri. Berbekal tenaga pengajar dengan kompetensi yang mumpuni dan didukung oleh sarana pendukung yang memadai, tidak sedikit sekolah swasta yang mampu melampaui sekolah-sekolah negeri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Itulah sebagian pesan yang dapat penulis tangkap saat membaca Tajuk Rencana dengan judul “PPDB” yang dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat Edisi 5 Juli 2017. Tulisan tersebut seakan ingin mengingatkan kita bahwa kesuksesan anak dalam meraih masa depannya bukan semata-mata ditentukan oleh keberhasilan mereka dalam memperebutkan kursi di sekolah negeri. Sebaliknya, bimbingan dan semangat dari orangtualah yang sesungguhnya mampu mengantarkan anak-anak mereka untuk menggapai cita-citanya. 
Membludaknya jumlah pendaftar di SMP maupun SMA negeri memang menjadi pemandangan rutin yang biasa kita jumpai saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tiba. Sekolah-sekolah negeri (terutama yang berlabel favorit) masih menjadi “primadona” para orangtua dalam upaya mendapatkan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. Berkualitasnya layanan pendidikan yang diberikan serta tidak terlalu besarnya biaya yang harus dikeluarkan menjadi alasan utama bagi (sebagian) orangtua untuk menitipkan anak-anaknya sekalipun harus menempuh cara-cara yang “kurang lazim”. Adapun sekolah swasta dipandang belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan pendidikan berkualitas sebagaimana yang diberikan oleh sekolah-sekolah negeri. 
Paradigma keliru semacam ini tentu saja berbahaya bagi masa depan generasi muda kita. Orangtua seakan berpandangan bahwa dunia akan runtuh apabila anak-anak mereka tidak mampu menginjakkan kakinya di sekolah yang dituju. Padahal, sekolah hanyalah salah satu sarana untuk meraih kesuksesan anak di masa depan. Adapun dukungan dan perhatian dari orangtua merupakan faktor yang jauh lebih menentukan keberhasilan mereka dalam meraih cita-citanya.
Agar anak mampu tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensinya, sudah saatnya orangtua menghilangkan dikotomi antara sekolah negeri dengan sekolah swasta. Sebaliknya, berperan aktif dalam membangun lembaga pendidikan dimana anak mereka menimba ilmu tentunya jauh lebih bijak daripada berkeluh kesah atas kegagalan anak dalam meraih tiket masuk ke sekolah negeri. Memberikan masukan dalam penyusunan berbagai program sekolah yang berorientasi pada peningkatan kompetensi lulusan maupun mutu layanan pendidikan dapat dilakukan orangtua melalui keanggotaan mereka dalam Komite Sekolah.
Namun demikian, yang jauh lebih penting adalah upaya sekolah – sekolah swasta yang ada dalam mensejajarkan posisinya dengan sekolah-sekolah negeri. Melaksanakan program-program yang berorientasi pada peningkatan kompetensi pendidik serta melengkapi sarana penunjang yang dibutuhkan merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk menarik minat masyarakat sekaligus mengurangi ketimpangan dengan sekolah negeri. (Dimuat di Koran Pikiran  Rakyat, Edisi 10 Juli 2017)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar